Lantik Bupati Tasikmalaya, Aher: Saya Sempat Deg-degan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersalaman dengan perwakilan warga saat memberikan karung beras dalam peluncuran Program Raskin/Rastra 2016 di Bandung, 22 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersalaman dengan perwakilan warga saat memberikan karung beras dalam peluncuran Program Raskin/Rastra 2016 di Bandung, 22 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melantik pasangan bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dengan Ade Sugianto hasil pilkada langsung yang belum lama lewat. “Pelantikan ini merupakan kelanjutan dari pelantikan enam kepala daerah hasil pilkada serentak yang telah dilaksanakan serentak pada 17 Februari 2016,” kata Aher, sapaan Ahmad Heryawan di sela pelantikan itu di Gedung Sate, Bandung, Rabu, 23 Maret 2016.

    Aher mengatakan, ada delapan daerah mengikuti pilkada serentak tahun lalu, dan sisa pasangan kepala daerah dari dua daerah yang pelantikannya dipisahkan mengikuti Radiogram Menteri Dalam Negeri tanggal 16 Maret 2016 yang menentukan pelantikan kepala daerahnya mengikuti berakhirnya masa jabatan kepala daerah sebelumnya. Pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto merupakan petahana sekaligus calon tunggal dalam pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang berakhir masa jabatanya terhitung hari ini.

    Menurut Aher, proses pilkada Kabupaten Tasikmalaya nyaris batal dilaksanakan berbarengan dengan pelaksanan pilkada tahun lalu karena hingga batas waktu terakhir pendaftaran calon pasangan kepala daerahnya hanya ada satu pasangan calon. Mahkamah Konstitusi kemudian dalam putusannya membolehkan pelaksanaan pilkada yang melibatkan satu pasangan calon. “Saya sempat deg-degan,” kata dia.

    Aher meminta pasangan petahanan Kabupaten Tasikmalaya itu tetap mempertahankan kinerja dan melanjutkan program unggulannya. Dia juga mengingatkan agar keduanya mematuhi Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang melarang pergantian pejabat pemerintah selama enam bulan setelah resmi dilantik.

    Pasangan bupati terpilih Uu Ruzhanul Ulum sendiri diusung mayoritas partai politik yang memiliki perwakilanya di DPRD. Kendati Uu merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan, partai itu tidak bisa memberikan dukungan resmi dalam pencalonan karena terganjal persoalan dualisme kepemimpinan partai politik. Uu misalnya hanya mengantungi surat dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan hasil Mukatamar Surabaya pimpinan Romahurmuziy.

    Berbeda dengan pelantikan serentak enam kepala daerah hasil pilkada langsung sebelumnya yang dilaksanakan di Gedung Merdeka, pelantikan Uu Ruzhanul Ulum-Ade Sugianto dilakukan gubernur Jawa Barat di Gedung Sate. Pelantikan itu dihadiri oleh seluruh pejabat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, serta anggota legislatif dari daerah itu dan DPRD Jawa Barat. Perwakilan partai politik pengusung pasangan itu juga hadir termasuk Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy.

    Romahurmuzy mengatakan, partainya menginginkan pasangan Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Tasikmalaya sebagai kader partainya. “Pada dasaranya Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya sejak jaman ‘baheula’ itu darah Partai Persatuan Pembangunan, jadi kita berharap dwitunggal ini tetap melanjutkan kepemimpinannya,” kata dia selepas pelantikan itu, di Bandung, Rabu, 23 Maret 2016.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.