Baru Dilantik, Bupati Ini Ingin Jadi Gubernur Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komisi Pemilihan Umum menunjukan contoh surat suara pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Kantor KPU, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Petugas Komisi Pemilihan Umum menunjukan contoh surat suara pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Kantor KPU, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Bandung - Senyum sumringah menghiasi wajah Uu Ruzmanul Ulum yang mengenakan seragam putih kepala daerah. Ia berfoto bersama Ade Sugianto, wakilnya dan kerabatnya di Aula Barat Gedung Sate Bandung. Foto diambil usai keduanya resmi diambil sumpahnya oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Tasikmalaya.

    Tiba-tiba saja Uu langsung bergegas berjalan menuju pintu keluar dikawal serombongan orang yang sebelumnya mengikuti proses pelantikan itu keluar dari ruangan itu. Uu tidak menggubris cegatan wartawan yang hendak mewawancarainya usai pelantikan itu.

    Ratusan orang sudah menunggunya di halaman saat Uu keluar dari pintu keluar Gedung Sate. Teriakan takbir diselingi shalawat nabi pecah saat sosok Uu muncul dari pintu itu. Petugas pengamanan kantor gubernur sejak pagi sudah kerepotan menghalangi rombongan masa yang sengaja meluruk sejak pagi untuk masuk ke dalam Gedung Sate untuk mengikuti prosesi pelantikan Uu oleh Gubernur Ahmad Heryawan.

    Suara takbir dan shalawat masih terus bergema mengikuti bergeraknya ratusan orang itu mengikuti langkah Uu yang berjalan dalam kawalan pendukungnya menuju pintu gerbang depan kompleks Gedung Sate. Di jalan protokol di depan pintu gerbang sudah bersiap mobil pickup hitam yang mengusung perangkat pengeras suara yang menjadi panggung pengukuhan Uu Ruzmanul Ulum oleh pendukungnya untuk berlaga di pemilihan gubernrur Jawa Barat yang akan berlangsung dua tahun lagi.

    “Kami masyarakat Priangan dengan sepenuh hati berdasarkan hasil musyawarah dalam momentum Pilgub 2018, mengapa tidak beliau kami dorong dan kami usung untuk dapat mencalonkan sebagai gubernur provinsi Jawa Barat,” kata seorang pendukung yang didapuk mengawal prosesi itu lewat pengeras suara.

    Ratusan orang yang mengerubungi Uu yang langsung naik ke atas bak belakang mobil itu, berhimpitan dengan jajaran kotak pengeras suara. Lewat pengeras suara Uu dielukan telah mendapat amanat para kyai dan ulama untuk ikut berlaga dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Seorang ustazah didapuk naik ke atas pangung kecil itu memimpin doa meminta keselamatan dan kelancaran upaya mengusung Uu itu.

    Masih berseragam resmi putih-putih kepala daerah, Uu Ruzhanul Hakim hanya berdiri dan sesekali tersenyum sumringah mengikuti prosesi itu. Tidak ada seucap kata keluar dari mulutnya di atas panggung.

    Selepas prosesi kecil yang berlangsung hanya sepuluh menitan itu, Uu akhirnya mau berbicara saat dicegat wartawan setalah turun pangung. “Ini ekspresi masyarakat, ekspresi para kyai, ekspresi ulama yang mendorong saya untuk menjadi pemimpin yang lebih besar lagi yaitu di Jawa Barat,” kata dia.

    Uu mengatakan, tetap akan menjalani mekasnime partai untuk mengikuti pemilihan gubernur nanti. Dia mengklaim, kehadiran Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy diklaimnya sebagai bentuk dukungan pada langkahnya. “Sekarang tinggal bertanya pada partai, dan Alhamdulillah Pak Romi (Romahurmuziy) datang, dan siap menyampaikan statemen tentang kegiatan kami,” kata dia.

    Dia menolak dituding terburu-buru karena baru saja dilantik sebagai bupati terpilih di Tasikmalaya langsung mengumumkan langkah politiknya mengincar kursi gubernur Jawa Barat. “Seorang pimpinan, apalagi dalam sejarah, dalam usia kandungan saja seorang raja sudah dipersiapkan, ini untuk raja. Kalau sekarang, dua tahun sebenarnya terlalu cepat, apalagi skupnya Jawa Barat. Hari ini saya belum dikenal, hari ini saya belum punya jaringan oleh karena itu menurut hemat kami, sah-sah saja. Jangan tanya saja, tapi tanya kepada yang mendorong saya hari ini,” kata Uu.

    Uu mengatakan, akan menggunakan waktu dua tahun ini untuk mempersiapkan diri agar partainya memutuskan dirinya layak mengikuti pemilihan gubernur Jawa Barat. “Saya sebagai kader harus persiapkan, supaya pada saatnya nanti saya layak. Jangan sampai waktunya sudah nyampe, saya tidak layak karena tidak persiapkan dari awal. Dengan kenyataan seperti ini, saya harus merespon para kyai,” kata dia.

    Dia menjanjikan, perhatiannya tidak akan terpecah dalam memimpin Kabupaten Tasikmalaya. “Kami sudah memiliki program-program khusus, RPJMD, dan lainnya, tidak akan terganggu karena semuanya tidak ujug-ujug, tapi ada mekanisme dan tahapan yang harus kami lakukan yang sudah baku di pemerintahan,” kata Uu.

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy memang hadir di Gedung Sate hari itu. Wajahnya terlihat di barisan depan, sejajar dengan pejabat teras provinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, serta perwakilan Polda dan Kodam III/Siliwangi. Tapi, Romahurmuziy langsung meninggalkan Gedung Sate selepas pelantikan tuntas, tanpa menghadiri keramaian di jalan Diponegoro di depan Gedung Sate.

    Sebelum meninggalkan Gedung Sate, Romahurmuziy sempat dicegat wartawan yang menanyakan sikap partainya terhadap langkah Uu hari itu. “Masih terlalu pagi kalau kita membicarakannya, Jawa Barat bukan gelombang pilkada 2017, tapi 2018,” kata dia, Rabu, 23 Maret 2016.

    Romahurmuziy mengaku, Uu belum berbicara resmi soal langkahnya hari itu pada dirinya. Tapi dia tidak keberatan. “Itu lebih merupakan upaya untuk menangkap aspirasi dari sebagian masyarakat di Jawa Barat saja,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.