Sopir Korban Pemukulan Ridwan Kamil Minta Perlindungan LPSK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan bagaimana kontak fisik dengan seorang sopir dalam konferensi pers dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil membantah informasi tersebut. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan bagaimana kontak fisik dengan seorang sopir dalam konferensi pers dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil membantah informasi tersebut. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Taufik Hidayat, korban pemukulan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Pemohon berharap proses hukum dilaksanakan profesional meski pelaku adalah pejabat," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam pernyataan tertulisnya, Rabu, 23 Maret 2016.

    Menurut Edwin, korban merasa tidak nyaman dengan respons Ridwan Kamil atas kasusnya. "Pemohon merasa terintimidasi akan pernyataan-pernyataan Ridwan Kamil terkait dengan kasus mereka, termasuk upaya lain dari orang yang mengaku suruhan Ridwan Kamil untuk bertemu," kata Edwin.

    Terlapor sendiri, menurut korban, sampai saat ini tidak menyampaikan permintaan maaf. “Kasus ini merupakan ujian untuk Polda Jawa Barat untuk bertindak profesional," ujar Edwin.

    Edwin mengatakan polisi perlu memperhatikan apa yang disampaikan oleh kliennya, termasuk mencari saksi yang relevan untuk kasus ini. Ia meminta polisi memanfaatkan rekaman CCTV untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

    Edwin mengatakan LPSK akan memproses semua permohonan yang masuk, dan permohonan tersebut akan ditelaah oleh LPSK sesuai dengan aturan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban meskipun bukan kasus prioritas. "Masalahnya terlapor adalah orang yang memegang jabatan penting," katanya.

    LPSK menghormati hak-hak pelapor, termasuk menjamin tidak terjadinya ancaman atau intimidasi atas laporannya. "Meski dianggap kasus ringan, LPSK akan memproses permohonan korban Emil (Ridwan Kamil)," ucap Edwin.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebelumnya dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh seorang sopir angkot omprengan, Taufik Hidayat, 42 tahun. Pria yang beken disapa Emil itu dilaporkan dengan dugaan penganiayaan terhadap Taufik, dengan cara menampar dan memukul perut sopir angkot tersebut.

    Ridwan Kamil kemudian menuding Taufik mencoba mengesampingkan fakta pelanggaran hukum. Dalam akun Twitter @ridwankamil, Emil menyebut Taufik sebagai play victim. Sebab, Taufik mengesampingkan pelanggaran hukum yang dilakukannya dan berlagak menjadi korban.

    Orang nomor satu di Bandung itu pun menyangkal telah memukul Taufik. Ia mengaku pada saat itu hanya memegang pipi dan dagu Taufik untuk mengajaknya bicara.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sulistio Pudjo mengatakan hingga saat ini laporan tersebut baru sampai ke tangan penyidik untuk diselidiki. Pudjo berjanji akan mendalami kasus ini.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.