Polda Jabar Pelajari Dugaan Ridwan Kamil Pukul Sopir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jendral Polisi Jodie Rooseto mengatakan pihaknya masih mempelajari kasus dugaan penganiayaan sopir angkot, yang disangka dilakukan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

    "Saya belum tahu. Saya dipelajari dulu. Nanti didalami," ujar Jodie, yang baru sehari menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol Moechgiyarto, Selasa, 22 Maret 2016.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebelumnya dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh seorang sopir angkot omprengan, Taufik Hidayat (42). Pria, yang beken disapa Emil, itu dilaporkan dengan dugaan penganiayaan terhadap Taufik. Taufik mengatakan telah ditampar dan dipukul perutnya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Sulistio Pudjo mengatakan, hingga saat ini, laporan baru sampai ke tangan penyidik. "Nanti prosesnya akan kami panggil saksi pelapor dulu. Setelah itu saksi-saksi di lapangan dan saksi terlapor," ujar Pudjo.

    Kasus ini bermula saat Taufik sedang mengetem menunggu penumpang di shelter bus Alun-alun Kota Bandung, Jumat, 18 Maret 2016. Ia didatangi oleh Ridwan Kamil beserta ajudannya. Saat itu pula, kejadian penamparan dan pemukulan terhadap Taufik terjadi.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.