Orang Dekat Herry Zudianto Masuk Bursa Calon Wali Kota Yogya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah kandidat calon wali kota Yogyakarta, yang digadang maju dari jalur independen oleh gerakan Jogja Independent, masih saling menunggu, memberi kepastian melakukan pendaftaran, untuk mengikuti konvensi jalur independen yang akan digelar April nanti.

    Salah satu nama yang disebut-sebut potensial maju dalam konvensi jalur independen, Teddy Alamsyah, yang juga pemilik jejaring Bank Perkreditan Rakyat Danagung Ramulti, yang mengaku intens berdikusi dan siap mendukung gerakan Jogja Independent."Tapi saya belum bisa putuskan sekarang, ikut konvensi atau tidak. Banyak pertimbangan belum selesai," kata Teddy, kepada Tempo hari ini, Selasa, 22 Maret 2016.

    Teddy mengakui maju sebagai calon wali kota dari jalur independen, bukanlah hal mudah. "Saya juga tak punya background birokrasi. Tapi sepenuhnya entepreneur. Ini jadi pertimbangan, meski sampai sekarang saya membuka diri dengan gerakan Jogja Independen ini dalam berbagai hal," ujarnya.

    Teddy mengakui, banyak tokoh mumpuni yang bergerak dengan Jogja Independent. Sehingga sebelum dirinya memutuskan ikut bertarung dalam konvensi, masih pikir-pikir. "Saya pun punya mimpi untuk Yogya lebih baik ke depan. Terutama di tiga sektor: pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan. Saya lihat situasi dulu, banyak lainnya yang lebih hebat," ujarnya.

    Nama lain yang cukup santer disebut ikut konvensi jalur itu, Sauqi Suratno. Sosok ini dikenal orang dekat mantan wali kota Yogya dua periode, Herry Zudianto dan termasuk tokoh yang turut membesarkan klub sepakbola PSIM Yogya. Namun saat dikonfirmasi Tempo, Sauqi mengaku belum bisa memberikan komentar. "Untuk urusan wali kota nanti dulu. Saat ini saya masih ada rapat di Jakarta," ujarnya.

    Sedangkan dari kalangan perempuan yang digadang masuk bursa konvensi, Mursidah Rambe, Direktur Utama BMT Pasar Beringharjo, yang menyatakan hal serupa terkait kepastiannya ikut konvensi jalur independen. "Nah, itu, saya masih bingung dengan usulan itu (namanya masuk bursa kandidat). Saya belum berpikir ke arah situ (maju sebagai calon wali kota)," ujarnya.

    Rambe pun melihat, dari 30 kandidat yang diusulkan maju, dirinya belum yakin ikut konvensi."Saya sekarang masih berpikir menjadi wali kota di BMT saya dulu," ujarnya terkekeh.

    Koordinator relawan Gerakan Jogja Independent, Herman Dodi, mengatakan umumnya para nama yang diusulkan memang tak memiliki background politik atau birokrasi. Karena memang bukan itu yang dicari gerakan ini, untuk diusulkan maju melawan calon-calon dari partai politik.

    Dari diskusi bersama tim Lima gerakan Jogja Independent lalu yang beranggotakan di antaranya mantan pemimpin KPK juga akademisi, arah gerakan ini tidak sepenuhnya mencari orang pintar atau punya background seabreg. "Tapi mereka yang punya keberanian. Juga investasi bidang sosial, seperti membawa pengaruh baik lingkungannya, kalau cari orang pintar banyak. Tapi belum tentu berani," ujarnya.

    Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Kota Yogyakarta, M. Ali Fahmi, mengatakan makin santernya gerakan Jogja Independen, bukan menjadi ancaman atau persoalan besar. "Masyarakat Yogya itu masyarakat cerdas. Tingkat kepercayaan kepada parpol masih sangat tinggi. Terbukti saat pemilu legislatif 2014 lalu, partisipasi pemilu mencapai 78 persen," ujar Fahmi.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.