Jembatan Tayan Diresmikan, Akses Jalan Sementara Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Pakkasih di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar, 22 Maret 2016. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    Jembatan Pakkasih di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalbar, 22 Maret 2016. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.COJakarta - Jembatan Kapuas Tayan, yang merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan, diresmikan hari ini, Selasa, 22 Maret 2016. Selama persiapan peresmiannya, jembatan ini ditutup selama dua hari sejak Senin kemarin pada pukul 00.00 hingga hari ini.

    “Selama dua hari tersebut, para pengendara yang ingin menyeberang diminta menggunakan feri yang disediakan PT ASDP,” ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jembatan Tayan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Yudha Handita dalam siaran pers, Senin, 21 Maret 2016.

    Sebelum ada Jembatan Kapuas Tayan, menurut Yudha, penyeberangan untuk orang dan sepeda motor menggunakan motor tambang (perahu klothok) dengan waktu tempuh lebih dari 10 menit, ditambah waktu antre. Sedangkan, untuk roda empat atau truk, digunakan feri dengan waktu tempuh 20 menit plus waktu antre.

    Yudha membeberkan, para pengguna feri harus membayar ongkos yang cukup mahal, yakni Rp 100-150 ribu, untuk satu kali penyeberangan. Sedangkan, untuk truk bermuatan penuh, tarifnya bisa mencapai Rp 230 ribu sekali menyeberang. “Karena itu, mereka terbantu sekali oleh adanya jembatan ini,” katanya.

    Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 740 miliar untuk pembangunan jembatan yang menjadi penghubung Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah ini. Dari total dana tersebut, 90 persen berasal dari pinjaman pemerintah Cina dan 10 persen dari anggaran negara. 

    Jembatan yang dibangun dengan melintasi Sungai Kapuas ini diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat. Jembatan terpanjang di Kalimantan ini juga bisa dikembangkan menjadi daerah wisata karena memiliki pemandangan yang menarik.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.