Jogja Bay Bantah Gunakan Laser Pengganggu Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jogja Bay Waterpark di utara stadion Maguwoharjo, Sleman. TEMPO/Muh Syaifullah

    Jogja Bay Waterpark di utara stadion Maguwoharjo, Sleman. TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Sleman - Manajemen taman air Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark membantah menggunakan lampu laser pada menara mercusuar.  Corporate Secretary Jogja Bay Waterpark Stephani Julia Asri Wida Kirana menjelaskan mercusuar setinggi 21 meter itu hanya dipasangi lampu yang mengarah ke bawah sehingga tidak mengganggu penerbangan seperti yang diberitakan.

    "Mercusuar menggunakan lampu dengan spesifikasi ATM Beam Moving Head 230. Ini bukan merupakan lampu laser," kata Stephani.

    Pada Minggu, 20 Maret 2016, Polisi Militer  Pangkalan Udara Adisutjipto mendatangi Jogja Bay Waterpark.  Stephani mengatakan, setelah didatangi petugas, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pangkalan Udara untuk menyelesaikan masalah cahaya yang berpotensi membahayakan penerbangan pesawat terbang itu.

    Stephani menjelaskan, sebelum pembangunan dan pemasangan lampu pada mercusuar itu sudah berkoordinasi dengan  Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Dalam hal ini Pangkalan Udara Adisutjipto.

    "Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Lanud Adisutjipto untuk mendapatkan arahan dan penyesuaian setting lampu, kami mengikuti arahan itu dalam penyesuaian penyalaan lampu," kata dia.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Adisutjipto Mayor (sus) Giuanto mengatakan telah meminta berbagai pihak supaya tidak melakukan hal yang membahayakan. Sinar laser yang diarahkan ke pesawat terbang berpotensi terjadi kecelakaan. Termasuk lampu uang disorotkan oleh penyelenggara pasar malam.

    "Kami meminta kerja sama dari pihak Jogja Bay untuk kebaikan bersama dengan melakukan penyesuaian setting lampu mercusuar," kata dia.

    Muh Syaifullah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.