Heli Jatuh, Lettu Wiradhy Tak Sempat Nikmati Nasi Kuning  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit memasukkan peti jenazah korban jatuhnya helikopter ke dalam pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, 21 Maret 2016. Tiga belas jenazah korban jatuhnya helikopter milik TNI di Desa Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, diberangkatkan ke Jakarta setelah diidentifikasi di RS Bhayangkara Palu. ANTARA/Basri Marzuki

    Prajurit memasukkan peti jenazah korban jatuhnya helikopter ke dalam pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, 21 Maret 2016. Tiga belas jenazah korban jatuhnya helikopter milik TNI di Desa Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, diberangkatkan ke Jakarta setelah diidentifikasi di RS Bhayangkara Palu. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.COBekasi - Pringgono, 57 tahun, mengaku tak memiliki firasat apa pun ihwal kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 20 Maret 2016, yang merenggut nyawa anaknya, Letnan Satu Corp Penerbang (CPN) Wiradhy Tri Darwoko. "Enggak ada firasat apa pun," kata Pringgono kepada Tempo, Senin, 21 Maret 2016.

    Pringgono mengatakan terakhir berkomunikasi pada Kamis pekan lalu melalui sambungan telepon. Ketika itu mereka sama-sama berada di Sulawesi, Pringgono di Makassar dan Lettu Wiradhy di Poso. "Ngobrol biasa, nanya kabar, sambil bercanda," ujar Pringgono.

    Baca juga:Helikopter TNI AD Jatuh, 13 Penumpang Dikabarkan Tewas

    Ternyata obrolan itu merupakan yang terakhir. Minggu tengah malam, 20 Maret, ia mendapat kabar langsung dari komandan Lettu Wiradhy bahwa anak bungsunya itu meninggal karena kecelakaan helikopter di Poso. "Terakhir ketemu bulan lalu, ketika dia pulang ke Bekasi," tutur pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini.

    Suci Utami, 35 tahun, kakak kandung Lettu Wiradhy, mengatakan adiknya itu belum sempat merayakan ulang tahun ke-26 bersama keluarga. Sebab, belum sampai pulang kampung, dia sudah dikirim ke Poso menjalankan tugas negara. "Ulang tahunnya 14 Maret. Ketika itu dia berada di Bandar Lampung," ucap Suci.

    Menurut Suci, Dika—sapaan akrab Wiradhy—berangkat ke Poso pada 15 Maret. Setiba di sana, Dika meminta orang tuanya untuk membuatkan nasi kuning. Selain itu, dia meminta didoakan karena sedang bertugas di Poso untuk negara. Rupanya, itu merupakan permintaan terakhir sebelum insiden helikopter.

    Rencananya, jenazah almarhum Lettu Wiradhy langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Jenazah kini sedang dalam perjalanan dari Poso menuju Jakarta. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, jenazah langsung dimakamkan. "Inginnya dimakamkan di sini, tapi permintaan negara dimakamkan di TMP Kalibata," kata Suci.

    Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 mengalami kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 20 Maret 2016, sekitar pukul 17.55 Wita karena disambar petir lantaran cuaca buruk. Akibatnya, 13 penumpang helikopter buatan Amerika Serikat itu gugur.

    ADI WARSONO


    Tangis Keluarga Saat Akan Jemput Jenazah Kapten... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?