Cuaca Indonesia Bakal Lebih Panas, Ini yang Harus Diwaspadai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta komuter India membasuh air dari pipa ke wajahnya untuk menghilangkan rasa panas di stasiun kereta api di Allahabad, India (7/6). Ribuan rakyat India marah oleh pemadaman listrik selama gelombang panas yang ekstrim di utara India. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

    Penumpang kereta komuter India membasuh air dari pipa ke wajahnya untuk menghilangkan rasa panas di stasiun kereta api di Allahabad, India (7/6). Ribuan rakyat India marah oleh pemadaman listrik selama gelombang panas yang ekstrim di utara India. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

    TEMPO.COJakarta - Peneliti Center for Information and Development Studies (Cides), Rudi Wahyono, mengatakan, selama dua pekan ke depan, cuaca di Indonesia bakal lebih panas. Rudi mengatakan kondisi panas yang cenderung tinggi ini karena adanya fenomena equinox. "Posisi matahari tepat di ekuator pada 21 Maret 2016," kata Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 21 Maret 2016.

    Menurut Rudi, suhu rata-rata bumi pada Februari 2016 naik sebesar 0,6668 derajat Celsius. Citra suhu atmosfer pada 19 Maret 2016 bisa menggambarkan bahwa suhu ekstrem panas terjadi di lautan Hindia, Pasifik, dan daratan Asia Selatan. 

    Suhu yang cukup panas, kata dia, akan terjadi di ujung Sumatera dari Aceh hingga Lampung dan Kalimantan. Bahkan suhu di Medan bisa mencapai 35 derajat Celsius.

    Namun, kata Rudi, panas ekstrem yang melanda Indonesia efeknya tak akan separah India dan Pakistan pada 2015, yang sampai menelan korban jiwa. "Indonesia beruntung karena dikelilingi lautan yang bisa menghambat laju kenaikan suhu daratan," ujar Rudi.

    Meskipun demikian, Rudi tetap meminta masyarakat waspada. “Beraktivitas di luar antara pukul 10 sampai 3 sore berisiko untuk anak-anak dan manula, serta mereka yang sensitif terhadap panas matahari,” tuturnya.

    Peningkatan panas selama dua pekan ke depan dapat menimbulkan gejala sakit, seperti sakit kepala, mual, disorientasi, atau pusing yang lebih berat. Ancaman lain dari peningkatan suhu juga akan mendorong terjadinya distribusi geografis nyamuk berbahaya yang menyebabkan demam berdarah.

    Rudi mengimbau agar masyarakat memakai tutup kepala jika bepergian pada siang hari, juga meminum air lebih banyak untuk mengurangi risiko terkena penyakit. Bahkan masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.