Insiden Penangkapan di Natuna, Dubes RI: Reaksi Cina Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pencuri ikan asal Vietnam diledakan di tengah kabut asap di laut Kalimantan Barat, Pontianak, 19 Oktober 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan dibantu TNI AL meledakan 12 buah kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. ANTARA/Regina Safri

    Kapal pencuri ikan asal Vietnam diledakan di tengah kabut asap di laut Kalimantan Barat, Pontianak, 19 Oktober 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan dibantu TNI AL meledakan 12 buah kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Cina, Soegeng Rahardjo, menilai, reaksi negara itu atas insiden kapal nelayan mereka di Kepulauan Natuna masih normal. Hal itu disampaikan Dubes Soegeng menjawab pertanyaan Tempo terkait dengan bantahan Cina soal tuduhan kapal patroli penjaga pantainya telah memasuki wilayah Indonesia.

    "Reaksi tersebut normal. Negara mana pun akan menanggapi yang sama. Reaksinya masih terukur," kata Dubes Soegeng kepada Tempo, Senin, 21 Maret 2016.

    Baca: Kapal Cina Berulah, Jokowi Beri Instruksi Khusus Menteri Susi

    Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memprotes pelanggaran yang dilakukan kapal penjaga pantai Cina di perairan sekitar Kepulauan Natuna saat aparat Kementerian Kelautan menindak kapal nelayan mereka yang mencuri ikan di sana. Protes itu disampaikan lewat nota yang diberikan kepada Wakil Duta Besar Cina di Jakarta, Sun Weide, 21 Maret 2016.

    Sambil menegaskan sikap Cina yang menghormati kedaulatan Kepulauan Natuna sebagai milik Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, membantah kapal patroli penjaga pantainya telah memasuki perairan Indonesia.

    "Sengketa maritim apa pun harus diselesaikan dengan dialog," kata Hua seperti dilaporkan Reuters, Senin, 21 Maret 2016.

    Baca: Insiden di Natuna, Menteri Retno Marsudi Panggil Dubes Cina

    Dubes Soegeng menyatakan, sampai saat ini, pihaknya belum menerima reaksi dari pemerintah Cina. "Pihak Tiongkok belum bereaksi. Namun minta agar Pemri melindungi dan memberikan jaminan keamanan kepada delapan awak kapal yang ditahan," kata Soegeng kepada Tempo, menyebut Cina dengan istilah resmi yang dipakai pemerintah Indonesia.

    Dalam brifing rutin harian, Hua juga membantah klaim Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang menyebut kapal penjaga pantai Cina mengintervensi dan menyerang kapal yang sedang ditarik. Sebaliknya, menurut Cina, kapal nelayan diserang oleh kapal bersenjata Indonesia di perairan perikanan tradisional mereka. Pemerintah Cina meminta delapan awak kapal dan kaptennya ditangkap Indonesia untuk segera dibebaskan.

    "Pihak Cina meminta Indonesia membebaskan nelayan Cina dan menjamin keselamatan mereka," kata Kementerian Luar Negeri Cina.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?