Korban Helikopter TNI, Prada Kiki Ingin Pindah Tugas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit memasukkan peti jenazah korban jatuhnya helikopter ke dalam pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, 21 Maret 2016. Tiga belas jenazah korban jatuhnya helikopter milik TNI di Desa Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, diberangkatkan ke Jakarta setelah diidentifikasi di RS Bhayangkara Palu. ANTARA/Basri Marzuki

    Prajurit memasukkan peti jenazah korban jatuhnya helikopter ke dalam pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, 21 Maret 2016. Tiga belas jenazah korban jatuhnya helikopter milik TNI di Desa Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, diberangkatkan ke Jakarta setelah diidentifikasi di RS Bhayangkara Palu. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Salah seorang korban jatuhnya helikopter TNI di Poso, Prada Kiki (23 tahun), adalah warga Dusun Cipigan, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia terakhir pulang kampung pada November 2015. "Cuti, pulang kampung 12 hari," kata ayahnya, Rusja, saat ditemui di kediamannya, Senin sore, 21 Maret 2016.

    Saat pulang kampung itu, menurut Rusja, anaknya tidak berpesan apa-apa. Dia hanya mengatakan ingin pindah tugas di Jawa Barat. "Hanya bilang ingin pindah," katanya dengan terbata-bata menahan tangis.

    Rusja mengatakan, pihak keluarga menerima kabar duka dari kerabatnya yang kebetulan menonton berita di televisi. Kerabatnya itu memberitahu kepada ibunda korban, Eti. "Saya nggak kuat (menerima kabar duka), menangis. Saya sudah tidak bisa berkata lagi," kata Eti.

    Senin sore, pihak keluarga dijemput oleh anggota Kodim 0612 Tasikmalaya. Ibu, bapak dan kakak laki-laki korban dibawa ke Makodim untuk kemudian bertolak ke Jakarta. "Sekarang mau ke Jakarta," ucap Eti.

    Keluarga, Eti menambahkan, berharap jenazah Kiki bisa dimakamkan di kampung halamannya. Mudah-mudahan kedatangan keluarga ke Jakarta bisa membawa jenazah Kiki. "Kalau bisa mau diambil ke sini, mau dimakamkan di kampung," harap Eti.

    Almarhum Kiki merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak laki-lakinya bernama Aceng yang menetap bersama orang tuanya di Tasikmalaya.

    Menurut Eti, Kiki merupakan kebanggaan keluarga. Sejak lulus SMA tahun 2012, Kiki langsung mendaftar menjadi anggota TNI dan diterima. Dia kemudian ditugaskan di Sulawesi. "Sejak kecil ingin jadi tentara, cita-citanya sejak kecil jadi tentara. Saya bangga," ujarnya.

    Kakak almarhum Kiki, Aceng berharap adiknya diterima di sisi Allah SWT. Menurut dia, Kiki sangat perhatian kepada keluarga. "Orangnya baik, soleh, nggak ada jeleknya," katanya.

    Pantauan di rumah duka, kediaman orang tua Kiki terus didatangi para pelayat. Tak jauh dari rumah, keluarga sudah menggali liang lahat untuk almarhum. "Digali tadi pagi," kata Rusja, ayahanda Kiki.

    CANDRA NUGRAHA


    Tangis Keluarga Saat Akan Jemput Jenazah Kapten... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.