Korban Heli TNI AD Lettu Wiradhy, Sosok Sederhana dan Cerdas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga menunjukkan foto Almarhum Letnan Satu Wiradhy Darwoko, korban kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, 20 Maret 2016. TEMPO/Adi Warsono

    Keluarga menunjukkan foto Almarhum Letnan Satu Wiradhy Darwoko, korban kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, 20 Maret 2016. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Letnan Satu CPN Wiradhy Tri Darwoko, salah satu korban gugur akibat kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, dikenal memiliki pribadi yang cerdas dan sosok sederhana. "Anaknya enggak pernah aneh-aneh," kata kerabat dekatnya, Asep, 50 tahun, di Bekasi, Senin, 21 Maret 2016.

    Ia mengatakan, Dika, sapaan akrab Lettu Wiradhy dikenal cerdas sejak kecil. Bahkan, mulai sekolah dasar hingga tingkat atas sering mendapatkan juara. Karena itu, tak heran bila masuk akademi militer langsung lulus. "Meskipun tak termasuk penerima penghargaan Adimakayasa," kata Asep.

    Asep mengatakan, meskipun lulus dari Akmil pada 2013 lalu, tak membuat perubahan sikap dalam diri keponakannya itu. Sifat sederhana tetap melekat pada Lettu Wiradhy. Hal ini tampak setiap pulang tugas, karena dia nyaris tak pernah menunjukkan barang-barang mewah. "Tempat tinggalnya saja sangat sederhana," ujar Asep.

    Asep menambahkan, setiap pulang dari tugas Lettu Wiradhy selalu menyempatkan memancing di laut, bahkan tak jarang kerabat dekat yang berada di rumahnya diajak. Selain mancing, kata dia, Lettu Wiradhy suka menyempatkan diri bermain internet di sebuah warung internet tak jauh dari rumahnya. "Keluar pakai celana pendek, topi, kaus oblong biasa," kata Asep.

    Hal yang sama juga diutarakan oleh Pringgono, 57 tahun, orang tua Lettu Wiradhy. Menurut dia, anak bungsunya tersebut setiap kali pulang tak pernah menunjukkan identitas diri sebagai seorang tentara, apalagi berpangkat perwira. "Kalau pulang pakaian bebas, enggak pernah pakai pakaian tentara," kata dia. "Memang anaknya cukup sederhana."
                                                                                                                                                                                                                    
    Ia mengatakan, cita-cita menjadi seorang tentara Angkatan Darat menjadi keinginan sejak kecil. Apalagi, mendiang kakeknya merupakan seorang tentara yang pernah menjabat sebagai Komandan Rayon Militer di Tambun pada tahun 1970-an. "Profesi kakeknya membuat motivasi," ujar dia. BACA: Lettu Wiradhy Ingin Menikah setelah Jadi Kapten

    Rencananya, jenazah Almarhum Lettu Wiradhy langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. "Inginnya dimakamkan di sini, tapi permintaan negara dimakamkan di TMP Kalibata," kata dia.

    Rumah duka di Komplek Sapta Taruna 3, Kementrian Pekerjaan Umum RT 3 RW 34, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, sudah mulai didatangi pelayat baik dari kerabat dan tetangga. Tampak karangan bunga menghiasi halaman rumah sederhana milik orang tua Lettu Wiradhy.

    Seperti diketahui, Helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 mengalami kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 20 Maret 2016 sekitar pukul 17.55 WITA karena cuaca buruk. Akibatnya sebanyak 13 penumpang helikopter buatan Amerika Serikat gugur.

    ADI WARSONO


    Tangis Keluarga Saat Akan Jemput Jenazah Kapten... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.