Keluarga Minta Pilot Agung Dimakamkan di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban kecelakaan jatuhnya Helikopter Bell 412. ANTARA/Lucky.R

    Korban kecelakaan jatuhnya Helikopter Bell 412. ANTARA/Lucky.R

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Keluarga besar pilot Kapten Agung Kurniawan, korban kecelakaan helikopter di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu, 20 Maret 2016, mendesak pemakaman almarhum dilakukan di Kota Yogyakarta.

    Hal itu dikemukakan keluarga besar Agung yang kediamannya berada di RT 66 RW 18, Kampung Karanganyar, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, saat menerima Komandan Rayon Militer Kecamatan Mergangsan Kodim 0734 Mayor Raden Ambar Tjahjana.

    Tjahjana menuturkan kepada keluarga Kapten Agung, jika permintaan panglima TNI, pemakaman seluruh korban helikopter nahas itu akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

    "Kami berharap almarhum tetap dimakamkan di Yogya, agar keluarga besar bisa mengantar terakhir kali ke peristirahatan terakhir," ujar adik kandung Kapten Agung, Dessy Kurniawati, ditemui Tempo di rumah duka, Senin, 21 Maret 2016.

    Dessy menuturkan, jika dimakamkan di Yogya, ayah tiga anak tersebut rencananya dimakamkan di samping pusara adik kandungnya, Andri Kurniawan, di tempat pemakaman umum kampung Karanganyar. "Adik almarhum meninggal karena sakit saat umur lima tahun," ujar Dessy.

    Namun, Mayor Tjahjana menjelaskan, dari koordinasi terakhir dengan ayah almarhum, purnawirawan Sersan Mayor Ponimin, telah mengikhlaskan jika Kapten Agung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. "Ayah almarhum sudah merelakan pemakaman di Jakarta, jadi pemakaman tetap di Jakarta sampai kabar terakhir," ujar Tjahjana.

    Tjahjana menuturkan, permintaan pemakaman di Jakarta karena instruksi pusat. "Kapten Agung wafat dalam rangka tugas negara, jadi diminta dimakamkan di TMP Kalibata," ujar Tjahjana.

    Sampai saat ini rumah duka di Kampung Karanganyar, Yogyakarta, telah dipenuhi kerabat dan pelayat. Rumah di gang sempit permukiman padat penduduk ini merupakan rumah kakek-nenek dari Kapten Agung yang terhimpun dalam keluarga besar Somodihardjo.

    Wafatnya Kapten Agung meninggalkan seorang istri bernama Fitri Triyadi dan tiga orang anak berusia paling besar delapan tahun dan paling kecil masih lima bulan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.