Balita Diduga Dianiaya hingga Tewas, Ibu Kandung & Ayah Tiri Buron

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.COGowa - Muhammad Alif, balita usia 13 bulan, meninggal diduga dianiaya oleh ibu kandungnya, Mila, 17, dan ayah tirinya, Sudirman, 35, warga Desa Bonto Kassi, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ibu dan ayah tirinya sudah melarikan diri dan sementara dalam pengejaran kepolisian.

    Kabar meninggalnya Alif sampai ke ayah kandungnya, Sumarlin, 22, warga Parangloe, sekitar pukul 16.00 Wita, Ahad, 20 Maret 2016. "Pertama kali diberi tahu kakak mantan istri saya. Katanya anak saya meninggal gara-gara terjatuh dari mobil," kata Sumarlin kepada Tempo saat ditemui di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Senin, 21 Maret 2016.

    Sumarlin mengaku heran saat jasad anaknya tidak diantar oleh mantan isteinya ke rumahnya, tapi dibawa oleh beberapa temannya. Kecurigaan anaknya meninggal tidak wajar bertambah saat melihat luka lebam di tubuh anaknya. "Tidak ada keluarganya yang melayat, yang antar anakku temannya Mila," ujarnya.

    Sesaat setelah menyaksikan luka lebam di tubuh anaknya, Sumarlin bersama keluarganya berinisiatif melapor ke Mapolsek Parangloe. Sumarlin menceritakan, istri yang dinikahinya pada 2014 ini minta cerai saat ia di perantauan, Ambon, Maluku pada Desember 2015. "Katanya mau bebas dan kejelasan status dari saya karena kami sudah pisah ranjang sebelum saya ke Ambon, dan akhirnya saya menyetujui permintaannya. Ternyata belakangan dia menikah dengan suaminya yang sekarang (Sudirman)."

    Kepala Unit Kepolisian Sektor Parangloe Ipda Hasan Fadhly membenarkan Alif diduga meninggal dengan tidak wajar setelah melihat luka lebam di leher sebelah kanan, di punggung, dan di buah zakarnya. "Diduga almarhum tewas dianiaya setelah kami melihat luka lebam di tubuhnya," kata Hasan, Senin, 21 Maret 2016.

    Indikasi lainnya, saat kepolisian melakukan pengecekan di Puskesmas Parangloe, mereka mendapat keterangan berbeda. Pihak Puskesmas menyebut Alif diantar ibu dan ayah tirinya karena sakit diare. "Tapi kata pihak Puskesmas, balita itu sudah meninggal sebelum tiba di Puskesmas," ujar Hasan.

    Kata Hasan, Mila dan Sudirman sudah tidak berada di rumah. Mereka diduga melarikan diri sejak jenazah Alif dibawa ke rumah ayah kandungnya. "Kami sudah melakukan penyisiran mengejar keduanya dibantu dengan tim IT kepolisian untuk melacak lokasi telepon seluler mereka," jelas Hasan.

    SAHRUL ALIM
    BERITA MENARIK
    Yusril Berdoa, Ahok Selamat dari Kasus Sumber Waras
    Kala Ridwan Kamil Dituding Menggampar Sopir Angkot



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.