Angka Polisi Bunuh Diri Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane mengatakan terjadi peningkatan jumlah kasus polisi bunuh diri pada tahun ini. Berdasarkan data IPW, sejak Januari hingga Maret 2016, terjadi enam peristiwa polisi bunuh diri. Padahal sepanjang 2015 hanya ada lima kasus. “Fenomena tersebut sistemik dan harus segera dievaluasi,” ujar Neta kepada Tempo, kemarin.  

    Menurut Neta, meningkatnya jumlah kasus polisi bunuh diri disebabkan buruknya sistem rekrutmen. Hal itu terlihat dari banyaknya kandidat polisi yang mengalami gangguan kejiwaan, tapi tetap lolos seleksi. Selain itu, kata Neta, beban kerja polisi dianggap berat lantaran ada yang bekerja lebih dari 12 jam sehari. Kondisi itu mengakibatkan polisi mudah stres dan emosional saat berinteraksi dengan masyarakat. “Beban kerja berlebih, gaji minim,” tuturnya.

    Sabtu dua pekan lalu, anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menembak kepala istrinya di Kampung Tegaldanas Tower, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Polisi berpangkat brigadir itu kemudian mencoba bunuh diri. Namun ia selamat dan sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Empat hari dirawat, dia akhirnya meninggal.

    Jumat pekan lalu, anggota Samapta Bhayangkara (Sabhara) Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Ajun Inspektur Satu Suparno, tewas gantung diri. Jasad Suparno ditemukan anaknya di sebuah rumah kosong di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menurut anggota Kepolisian Sektor Jagakarsa, Suparno bunuh diri lantaran masalah ekonomi. “Usaha es krimnya bangkrut dan dia terjerat utang,” ucapnya.

    Menurut Neta, peristiwa itu menunjukkan minimnya kesejahteraan anggota kepolisian. Dia mengimbau kepolisian dapat mengelola anggaran supaya dapat meningkatkan taraf hidup anggotanya. “Banyak anggaran yang belum tepat sasaran,” tuturnya.

    Menurut anggota Komisi Hukum DPR, Teuku Taufiqulhadi, saat ini kesejahteraan polisi sudah cukup baik dibanding sebelumnya. “Kondisi anggota polisi lebih baik dibanding TNI,” ujarnya. Menurut politikus Nasional Demokrat ini, banyaknya kasus bunuh diri dan pembunuhan oleh polisi disebabkan tak beresnya sistem rekrutmen.

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan bagian sumber daya manusia kepolisian segera merumuskan sistem baru untuk mendeteksi gangguan kejiwaan yang dialami polisi. “Kami tengah membahas bagaimana supaya sistem tersebut dapat mendeteksi itu (gangguan jiwa),” ujarnya.

    GANGSAR PARIKESIT | INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...