Pilkada 2017, SBY Targetkan Demokrat Menang 35 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan paparannya dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapat akbar ini diisi dengan beberapa agenda, seperti pelantikan pengurus baru hasil Kongres IV Surabaya dan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan paparannya dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapat akbar ini diisi dengan beberapa agenda, seperti pelantikan pengurus baru hasil Kongres IV Surabaya dan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSurabaya - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan partainya menang 35 persen dari 102 pemilihan kepala daerah serentak yang digelar pada 2017. Dia mengatakan Demokrat akan sebanyak mungkin menempatkan kadernya menjadi calon kepala daerah.

    "Pilkada serentak harus menang lebih dari 35 persen dan kader sendiri di atas 35 persen," katanya saat membuka rapat konsolidasi nasional di Surabaya, Ahad, 20 Maret 2016.

    Target itu, kata SBY, lebih tinggi 5 persen daripada yang ditargetkan saat pilkada serentak 2015, yaitu 30 persen. Kenaikan target ini menandakan bahwa Demokrat ingin ada peningkatan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

    "Tapi patut disyukuri, hasil pilkada serentak 2015 kemenangan Demokrat mencapai 42 persen dan yang menjadi kepala daerah maupun wakil kepala daerah 47 persen," ucapnya.

    SBY menjelaskan bahwa kader-kader Demokrat yang nanti diusung dalam pilkada serentak haruslah kader yang memiliki kemampuan memimpin. Selain itu, mereka harus mampu menggerakkan roda pemerintahan. "Demokrat tak hanya ingin menang, tapi juga harus punya pemimpin yang cakap," tuturnya.

    Jika nanti terpilih menjadi kepala daerah, SBY berharap, kader Demokrat dapat mewujudkan akuntabilitas keuangan daerah. Selain itu, tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan keuangan negara. "Ini yang harus ditekankan, jangan sampai lakukan penyimpangan," ujarnya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.