MUI: Teror Sudah Memasuki Ranah Politik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim anti teror Polda Metro Jaya memeriksa isi kardus yang sempat diduga bom, di bawah bangku di trotoar depan Hotel Pullman, Jl. MH Thamrin, Jakarta, 4 Februari 2016. Foto: Humas Polda Metro Jaya

    Tim anti teror Polda Metro Jaya memeriksa isi kardus yang sempat diduga bom, di bawah bangku di trotoar depan Hotel Pullman, Jl. MH Thamrin, Jakarta, 4 Februari 2016. Foto: Humas Polda Metro Jaya

    TEMPO.COJakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia H.M. Baharuddin berharap para ulama dan pemerintah membangun kerja sama ideal dalam memerangi kelompok teroris. Pencegahan dan perlawanan terhadap kelompok teror yang terbentuk di dalam negeri lebih mudah daripada kelompok yang terbentuk di luar negeri.

    "Kami butuh kerja sama yang ideal karena ulama bukanlah eksekutor. Ulama hanya bisa mengimbau dan mengeluarkan fatwa. Pemerintah-lah yang mengeksekusi," kata Baharuddin dalam diskusi tentang terorisme di Gedung Joang 45 Jakarta, Sabtu, 19 Maret 2016.

    Indonesia dianggap masih melihat terorisme dari satu sudut pandang. Padahal terorisme masa kini sudah lebih luas dan mulai menyasar ranah politik. "Teroris generasi baru, yang turun ke jalan hanya sebagai serdadu teroris,” ujarnya. “Yang otaknya masuk ke ekonomi, mereka menguasai sektor ekonomi. Kemudian dipilih tokohnya ke sektor politik. Lalu mengubah undang-undang dan aturan negara."

    Diskusi bertajuk terorisme di Gedung Joang Jakarta, Sabtu, 19 Maret 2016, diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun Dewan Harian Nasional ke-56. Semula, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang baru diangkat oleh Presiden Joko Widodo, Inspektur Jenderal Tito Karnavian, dijadwalkan menjadi pembicara. Namun Tito batal hadir.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.