Pemerintah Eksekusi Mati Terpidana Narkoba Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tahun ini menyiapkan eksekusi hukuman mati bagi terpidana narkoba. Luhut tidak merinci siapa saja yang akan dieksekusi, namun beberapa di antaranya adalah warga negara Indonesia.

    “Tahun ini akan dilaksanakan (hukuman mati) ke orang-orang Indonesia. Bahaya itu,” kata Luhut saat acara kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Jumat, 18 Maret 2016.

    Dalam kuliah umum yang berlangsung selama dua jam, salah satu topik yang dibahas Luhut adalah masalah bahaya narkoba. Dia memperingatkan mahasiswa ITB agar tidak terjerat narkoba.“5,9 juta orang terlibat narkoba (di Indonesia), sebanyak 30-50 orang mati per hari. Lebih parah dari terorisme menurut saya,” kata Luhut.

    Dengan peredaran uang bisnis narkoba sebesar Rp 66 triliun lebih, kata Luhut, peredaran narkoba seperti kebanyakan di negara lain berasal dari dalam penjara. Menurut dia, terpidana yang akan dihukum mati kerap berulah agar kasusnya dibongkar lagi dan hukuman matinya bisa ditunda.

    “Sekarang tidak lagi, kami tunggu hukuman mati. Tahun ini akan dilaksanakan ke orang-orang Indonesia,” ujar dia.

    Berdasarkan data Bareskrim Polri, kata Luhut, kenaikan kasus narkoba pada 2015 sebanyak 13 persen. Peningkatan itu merupakan yang tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir. Penggunaan narkotika jenis sabu-sabu, meningkat 350 persen pada 2015, dan pil ecstasy naik 280 persen dibanding 2014.

    Luhut mengatakan jika pemerintah memisahkan perlakuan untuk pengedar dan korban atau pemakai narkoba. Rehabilitasi secara medis dan sosial wajib untuk pemakai dan pecandu narkoba yang bukan pengedar, disinergikan dengan program deradikalisasi terorisme.

    Pemerintah, kata Luhut, akan membangun penjara terpencil atau terisolasi untuk sekitar 75 persen narapidana kasus narkoba yang dihukum berat dan masih mengontrol bisnis narkoba dari dalam penjara, Penjara itu khusus bagi pengedar narkoba dan teroris. Lainnya berupa hukuman mati bagi pengedar narkoba.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.