Demam Berdarah Renggut Nyawa Enam Anak di Tulungagung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien anak-anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) mendapat perawatan di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, 2 Februari 2016. Berdasarkan data RSUD Kota Depok, hingga akhir periode Januari 2016 pasien DBD meningkat sebanyak 152 pasien. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Sejumlah pasien anak-anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) mendapat perawatan di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, 2 Februari 2016. Berdasarkan data RSUD Kota Depok, hingga akhir periode Januari 2016 pasien DBD meningkat sebanyak 152 pasien. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Tulungagung – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur,  mengumumkan kematian enam orang anak dalam tiga bulan terakhir akibat terkena penyakit demam berdarah dengue. “Serangan demam berdarah belum berlalu,” kata Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka, Jumat, 18 Maret 2016.

    Menurut Didik korban meninggal  berusia antara 1 – 12 tahun. Mereka sudah dalam kondisi parah saat dibawa ke rumah sakit. Korban terakhir meninggal pada Selasa 15 Maret 2016.

    Didik mengingatkan bahwa ancaman demam berdarah masih membahayakan. Peringatan ini disampaikan menyusul  puncak serangan pada  Januari - Februari 2016 saat 107 orang terserang demam berdarah dan tiga diantaranya meninggal.

    Catatan kematian juga terjadi pada Januari, yakni 88 kasus dengan dua pasien meninggal. Pada bulan ini seorang bocah kembali meninggal dari 54 kasus yang ditangani rumah sakit.

    Curah hujan yang diselingi panas menjadi penyebab tingginya intensitas serangan ini. Cuaca ini diperkirakan mempercepat pertumbuhan jentik nyamuk di tempat-tempat yang kerap diabaikan warga. “Jadi jangan sekali-kali lengah karena ancaman belum berlalu,” ucap Didik.

    Didik menambahkan terdapat lima kecamatan di Tulungagung yang menjadi endemik demam berdarah, yaitu Kecamatan Boyolangu, Rejotangan, Besuki, Kedungwaru, dan Kalidawir. Boyolangu menyumbang jumlah pasien terbanyak karena, kata dia, perilaku masyarakatnya yang abai pada lingkungan.

    Untuk menekan wabah  petugas kesehatan kembali menggencarkan pembagian abate dan pemberantasan sarang nyamuk. Upaya pengasapan dilakukan hanya di titik-titik rawan mengingat keterbatasan anggaran. “Kalau ada anggota keluarga panas tinggi segera larikan ke puskesmas,” kata Didik.

    Dwi Wianto, salah satu warga  Kalidawir, mengakui malas menguras bak kamar mandi sebelum anggota keluarganya terserang demam berdarah. Karyawan swasta ini mengaku tak sempat membersihkan karena pekerjaan karena sibuk dengan pekerjaanya. "Äkhirnya sadar juga setelah ada yang sakit,” katanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.