Pantau Vandalisme, Semarang Pasang 79 CCTV di Taman Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau arus mudik melalui CCTV di Posko Lebaran Dishubkominfo Brebes, Jateng, Kamis (1/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    Petugas memantau arus mudik melalui CCTV di Posko Lebaran Dishubkominfo Brebes, Jateng, Kamis (1/8). ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.COSemarang - Pemerintah Kota Semarang memasang kamera closed-circuit television (CCTV) di sejumlah taman untuk memantau tindakan vandalisme yang dilakukan sejumlah orang tak bertanggung jawab. Kamera CCTV itu akan dilengkapi aplikasi Android agar mudah diakses warga kota yang berpartisipasi memantau.

    Saat ini sudah ada 22 titik persimpangan yang dipasangi CCTV dari total 79 titik yang rencananya akan dipasang tahun ini di Semarang. “Warga bisa ikut memantau CCTV dengan aplikasi Android, seperti ATCS lalu lintas,” kata Kepala Bidang Keselamatan dan Sarana-Prasarana Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Semarang, Cipto, saat mendampingi Wali Kota Semarang memantau taman kota, Jumat, 18 Maret 2016.

    Pemasangan CCTV itu di antaranya menindaklanjuti temuan perusakan dan aksi coret-coret sejumlah fasilitas taman yang baru dibangun Pemerintah Kota Semarang. Salah satu perusakan terjadi di Taman Pandanaran. “Sebelumnya tulisan taman dirusak, juga membuang sampah sembarangan,” katanya.

    Kerusakan di Taman Pandanaran juga terjadi pada keran air minum yang tidak berfungsi karena digunakan untuk tempat pembuangan puntung rokok. Selain itu, vandalisme dilakukan dengan mencoret tembok taman.

    Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menargetkan akan memasang 200 CCTV tahun depan di tiap sudut Kota Semarang. Langkah itu diambil untuk mengawasi sikap warga yang merusak taman. “CCTV dipasang di sudut kota, termasuk taman,” ujarnya.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.