Kebakaran Lahan di Riau Mencapai 700 Hektare  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengamati kebakaran lahan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Riau, 10 Maret 2016. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan sejak 7 Maret lalu selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Wahyudi

    Seorang warga mengamati kebakaran lahan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Riau, 10 Maret 2016. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan sejak 7 Maret lalu selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Wahyudi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau hingga kini telah menghanguskan 706 hektare lahan gambut. Kebakaran lahan marak terjadi di wilayah Riau bagian pesisir, menyusul musim panas melanda Riau dalam sebulan terakhir. "Diperkirakan lebih dari 700 hektare terbakar. Kebanyakan di wilayah pesisir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger, Jumat, 18 Maret 2016.

    Edwar mengatakan kebakaran lahan marak terjadi di enam kabupaten, yakni Meranti, Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan. Kabupaten Meranti mengalami kebakaran hebat mencapai lebih dari 310,25 hektare, disusul Bengkalis seluas 204 hektare, dan sisanya tersebar di empat kabupaten lain.

    Edwar mengaku proses pemadaman yang dilakukan lebih dari 2.000 anggota tim gabungan TNI, kepolisian, masyarakat, dan Manggala Agni terus berlanjut. Pemadaman, baik melalui darat maupun udara, menggunakan helikopter waterbombing. Kebanyakan, kata dia, titik api sudah berhasil dipadamkan. "Saat ini bersisa satu titik di Indragiri Hilir, tapi sudah berhasil," ujarnya.

    Sementara itu, titik api baru kembali muncul di Bengkalis. Kepala Bidang Pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis Suiswantoro mengatakan titik api baru muncul di Desa Sungai Linau. Kemudian, gambut yang sebelumnya padam, kembali menyala. "Regu pemadam masih berjibaku memadamkan api," ucapnya.

    Meski demikian, kata Suiswantoro, sebagian besar kebakaran lahan sudah dapat tertangani. Namun petugas pemadam masih tetap bersiaga di kawasan hutan terbakar untuk mengantisipasi gambut kembali menyala lantaran tiupan angin kencang dan cuaca panas. "Sebanyak 85 persen luas lahan terbakar sudah berhasil dipadamkan," tuturnya.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan satelit Tera dan Aqua masih memantau tujuh titik panas di Riau, yakni Pelalawan 2 titik, Siak 2 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Meranti 1 titik, dan Kampar 1 titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau satu titik api di Indragiri Hilir," katanya.

    Sugarin mengingatkan, musim kering akan terus terjadi di wilayah Riau bagian pesisir hingga pertengahan April. Untuk itu, pemerintah Riau mesti waspada terhadap kebakaran lahan yang dikhawatirkan menimbulkan kabut asap. Terlebih, kata dia, kemarau panjang diperkirakan melanda Riau selama 5 bulan, yakni Mei-September 2016.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.