Bupati Dedi: Warga Purwakarta Berobat Gratis hingga Sembuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, bersama Restu, bocah penderita talasemia dan ibunya, Tuti, menyatakan menggratiskan biaya transfusi darah bagi keluarga kurang mampu di Purwakarta, 8 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, bersama Restu, bocah penderita talasemia dan ibunya, Tuti, menyatakan menggratiskan biaya transfusi darah bagi keluarga kurang mampu di Purwakarta, 8 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pamer keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan, meski nilai total anggaran pendapatan dan belanja daerah yang dikelolanya merupakan yang terkecil di Provinsi Jawa Barat. "Warga Purwakarta, semuanya mendapatkan jaminan kesehatan yang prima," kata Dedi, kepada Tempo, Jumat pagi, 18 Maret 2016.

    Ia mengungkapkan, semua warga Purwakarta memiliki kesempatan sama dalam menerima jaminan kesehatan di 12 rumah sakit rujukan yang telah melakukan penandatanganan kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

    Layanan jaminan kesehatan gratis yang diberikan sebelum program BPJS yang dilansir pemerintah itu, melayani semua jenis penyakit dari mulai yang biasa hingga jenis penyakit berbahaya. "Setiap warga yang sakit, tinggal memilih rumah sakit sesuai dengan spesifikasi penyakit yang dideritanya. Pasti kami biaya sampai sembuh," Dedi menjelaskan.

    Lalu, dalam soal pendidikan, Dedi mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memberikan pendidikan gratis bukan saja di level wajib belajar sembilan tahun atau pendidikan setara lulusan SMP seperti dicanangkan pemerintah. Sejak tiga tahun lalu, kami, sudah menggratiskan semua biaya sekolah hingga jenjang wajib belajar 12 tahun atau lulus SMA," ujar Dedi dengan nada bangga.

    Kepada tamunya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang bertandang ke kantornya di Bale Nagri, Dedi berujar pihaknya saat ini sudah memiliki sekolah ideologi yang sengaja didirikan khusus untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme di kalangan anak usia sekolah yang rentan dicekoki berbagai paham sesat dan menyesatkan itu. "Sekolah ideologi secara khusus memberikan pemahaman ideologi yang kuat kepada generasi muda."

    Ada pun bos Media Grup, Paloh, menilai Dedi merupakan figur pemimpin yang nakal. "Tetapi, pencapaian dan kebijakannya dalam membangun Purwakarta membuat saya kagum," katanya. Surya menegaskan mendukung kebijakan-kebijakan Dedi yang populer sembari terus mengingatkan agar tindakan-tindakannya tidak terlalu nakal.

    Surya Paloh mengungkapkan bahwa Dedi sejak puluhan tahun lalu telah dia dorong supaya menjadi pemimpin yang lebih baik. "Dedi ini adik saya yang memiliki pemikiran yang cerdas, melalui pemikiran yang dia miliki Dedi mampu melakukan restorasi yang dicita-citakan oleh Partai NasDem," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...