PDIP Yogya Akan Gandeng PAN di Pilkada 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (kiri) dan Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono (kanan). TEMPO/Suryo Wibowo

    walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti (kiri) dan Wakil Walikota Yogyakarta, Imam Priyono (kanan). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemilihan kepala daerah awal 2017 nanti, akan ada sejarah baru terukir. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Yogyakarta menyatakan ingin menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN).

    “Sampai sekrang kami intensif berkomunikasi dengan PAN. Kami berharap bisa berkoalisi dan menciptakan sejarah baru peta politik di Yogya,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Yogya, Fokki Ardianto, kepada Tempo Kamis (17/3).

    Fokki mengatakan, konsep koalisi dengan PAN itu disimbolkan dengan ‘Banteng-Matahari’. yang terus dimatangkan meski belum ada keputusan resmi dari masing-masing pengurus, baik tingkat kota, provinsi, maupun pusat. “Tak bisa dipungkiri, Yogya merupakan basis Muhammadyah. Selama ini arah politiknya bermuara ke PAN. Kami hargai kultur sejarah itu, sehingga ingin bekerjasama dalam pilkada nanti,” ujar Fokki.

    “Apalagi PAN perolehan suaranya pemilu legislative lalu juga urutan terbanyak kedua setelah PDIP. Jika bergabung peluang kemenangannya lebih besar,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogya itu.

    Dalam pemilihan kepala daerah serentak Desember 2015 di tiga kabupaten, yakni Bantul, Sleman, dan Gunungkidul, calon PDIP kebanyakan berhadapan dengan calon dari PAN. Hasilnya, calon yang diusung PAN, yang kebanyakan petahana, berhasil menyapu bersih dan memimpin kembali hingga 2021 mendatang.

    Meski koalisi PDIP dan PAN belum dipastikan terbentuk, namun Fokki menegaskan proses penjaringan kader yang diusung PDIP sebagai bakal calon wali kota di tingkat DPC PDIP Kota Yogya sudah selesai. Yakni bulat, mengusung inkumben. Yakni Wakil Wali Kota Imam Priyono, yang maju sebagai calon wali kota.

    Imam Priyono, awal pekan ini bertolak ke Jakarta, bersama pengurus PDIP Kota Yogya, untuk mengikuti fit and proper test, yang digelar DPP PDIP di Jakarta, bagi seluruh petahana yang hendak maju kembali pilkada 2017. “Dalam fit proper test itu, ada pula Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo,” kata Fokki.

    Dia menambahkan, jika resmi berkoalisi dengan PAN, PDIP menyerahkan sepenuhnya siapa kader yang bakal diusung. Kader PAN yang paling santer akan maju menjadi calon wali kota Yogyakarta, sejauh ini baru Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto atau akrab disapa Inung. “Terserah siapa dari PAN. Kami hanya berharap bergabungnya PAN di tingkat pusat dengan pemerintahan Joko Widodo, bisa terjadi di daerah,” ujarnya.

    Kader PAN yang juga anggota DPRD Kota Yogyakarta, HM Fursan, membenarkan jika lobi dengan PDIP smakin mengerucut soal peta koalisi pilkada. “Dari tingkat pusat, informasinya Pak Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN) dengan pak Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP) juga sudah bertemu, dan tak masalah (jika berkoalisi),” ujar Fursan.

    Namun, menurut Fursan, saat ini dari PAN tinggal menunggu restu dari tokoh pendiri PAN, Amien Rais. “Kalau dari pak Amien ngga masalah, kami siap saja untuk koalisi,” kata dia. PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.