Kebakaran Lahan, WWF Minta Akhiri Sikap Saling Menyalahkan

Reporter

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru menarik selang air saat memadamkan kebakaran di lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 13 Maret 2016. Upaya pemadaman ini dilakukan melalui jalan darat maupun udara. ANTARA/Rony Muharrman

TEMPO.CONusa Dua - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mengimbau semua pihak terkait bertindak lebih serius dalam upaya melindungi lahan gambut dari kebakaran. Kebakaran lahan gambut bisa menimbulkan emisi gas rumah kaca.

“Industri kelapa sawit harus menyadari perlunya mengintegrasikan sistem peringatan dini untuk mencegah terulangnya bencana kabut asap dan meyakinkan penduduk setempat untuk ikut terlibat dalam pencegahan,” ujar CEO WWF Indonesia Efransjah dalam ICOPE 2016 di Nusa Dua, Bali, Kamis, 17 Maret 2016.

Efransjah berujar, semua pemangku kepentingan tidak boleh melupakan bencana tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima WWF, kabut asap menyebabkan masalah kesehatan dan mempengaruhi kehidupan serta mata pencarian ribuan warga yang wilayahnya terkena dampak asap.

Baca Juga: Gubernur Riau Jamin Kabut Asap Tidak Lagi Ganggu Singapura 

Dia menekankan, pencegahan kebakaran lahan perlu ditempuh terus-menerus, khususnya yang terjadi di lahan gambut. Sejumlah karbon akan terlepas ke atmosfer saat lahan gambut terbakar, dibersihkan, dan dikeringkan.

Hal senada disampaikan Deputy Director Market Transformation WWF Indonesia Irwan Gunawan. Irwan berkata, “Kita harus mengakhiri permainan saling menyalahkan. Kita berbagi risiko dan tanggung jawab yang sama, dimulai dari tingkat pencegahan.”

BAGUS PRASETIYO






Kemarau Tahun Ini Lebih Kering, BMKG: Mudah Kebakaran Hutan

6 hari lalu

Kemarau Tahun Ini Lebih Kering, BMKG: Mudah Kebakaran Hutan

Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun 2023 ini intensitas hujan akan jauh menurun.


Musim Kemarau, Potensi Kebakaran Hutan, dan Gelaran KTT ASEAN

6 hari lalu

Musim Kemarau, Potensi Kebakaran Hutan, dan Gelaran KTT ASEAN

Mahfud minta antisipasi tinggi potensi kebakaran hutan dan bencana asap tahun ini demi gelaran KTT ASEAN.


Menteri Siti Nurbaya Minta Hujan Buatan Lebih Awal, Ini Alasannya

12 hari lalu

Menteri Siti Nurbaya Minta Hujan Buatan Lebih Awal, Ini Alasannya

Tim teknologi modifikasi cuaca atau biasa dikenal juga dengan teknologi hujan buatan akan segera terbang lagi.


KLHK Menangkan Gugatan, PT ABS Dinyatakan Bersalah Sebabkan Kebakaran Lahan 1.500 Hektare

26 hari lalu

KLHK Menangkan Gugatan, PT ABS Dinyatakan Bersalah Sebabkan Kebakaran Lahan 1.500 Hektare

KlhkMajelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Agri Bumi Sentosa (ABS).


Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

25 November 2022

Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

Sejumlah 49 terdakwa dihukum mati karena mengeroyok hingga tewas seorang sukarelawan yang membantu memadamkan kebakaran hutan di Aljazair.


MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

19 November 2022

MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

LBH juga menyangsikan alat bukti baru atau novum yang disertakan dalam pengajuan PK Presiden Jokowi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2015.


Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

12 November 2022

Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

Walhi memandang dua faktor di balik susutnya deforestasi dan kebakaran hutan di Indonesia selama tiga tahun terakhir.


COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

10 November 2022

COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

Data KLHK menyatakan laju deforestasi bisa ditekan ke titik terendah sebesar 113,5 ribu hektare pada 2020-2021. Tren menurun sepanjang 3 tahun pandemi


Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

23 Oktober 2022

Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

BMKG minta waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih tinggi pada 2023 dibandingkan 2020, 2021 maupun 2022 yang kemaraunya basah.


Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

21 Oktober 2022

Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

penyebab cuaca ekstrem adalah karena adanya Monsun Asia, anginnya berhembus secara periodik dari Benua Asia menuju Australia yang melewati Indonesia.