Tinjau Waduk Jatigede, Jokowi Pantau Ketinggian Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, 17 Maret 2016. TEMPO/Ananda Teresia

    Presiden Joko Widodo meninjau Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, 17 Maret 2016. TEMPO/Ananda Teresia

    TEMPO.CO, Sumedang - Presiden Joko Widodo siang ini, Kamis, 17 Maret 2016, meninjau Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Setelah meninjau, Jokowi menargetkan ketinggian air mencapai maksimal pada Januari tahun depan.

    Presiden mengatakan, hingga saat ini, ketinggian air Waduk Jatigede sudah mencapai 40 persen. Musim hujan yang sudah tiba dalam beberapa pekan terakhir, ucap dia, memicu pengisian air di Waduk Jatigede.

    "Ketinggian air yang diharapkan pada Januari 2017 sudah maksimal," ujar Jokowi di Waduk Jatigede, Kamis, 17 Maret 2016.

    Presiden menuturkan waduk ini mengairi sekitar 90 ribu hektare sawah di Indramayu, Majalengka, dan Cirebon. Jokowi mengatakan pembangunan waduk tersebut sudah direncanakan sejak 1960-an. Tapi permasalahan utamanya adalah pembebasan lahan.

    "Memang problemnya keputusan di pembebasan lahan yang terkatung-katung. Sekarang sudah selesai berkat lapangan yang diselesaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta semuanya," ucapnya.

    Waduk Jatigede diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada 31 Agustus 2015. Waduk ini memiliki luas 5.000 hektare dengan ketinggian air maksimal sekitar 260 meter. Selain untuk pengairan dan perikanan, waduk ini akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    Dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat hari ini, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.