Polisi Tembak Mati Marinir Gadungan di Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat menembak mati Ibnu Raditya Afandi, 29 tahun, anggota sindikat pencuri kendaraan bermotor yang biasa beroperasi di Jawa Barat. Penembakan tersebut terjadi saat polisi menyergapnya di Jalan Gunung Batu, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa malam, 15 Maret 2016.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sulistio Pudjo mengatakan Ibnu merupakan target operasi tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Saat penyergapan di tempat persembunyiannya, Ibnu mencoba melawan polisi. "Tersangka melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata rakitan ke arah petugas," ucap Pudjo, Rabu, 16 Maret 2016.

    Polisi akhirnya membalas tembakan itu yang mengenai punggung Ibnu. "Tersangka meninggal dunia," ujar Pudjo. Ia menuturkan Ibnu merupakan anggota salah satu sindikat pencurian kendaraan bermotor yang biasa beroperasi di wilayah Jawa Barat.

    Dalam setiap aksinya, Ibnu selalu mengaku sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Dari tangannya, polisi menemukan kartu tanda prajurit TNI AL berpangkat sersan kepala. "Kartu tanda prajurit dan SIM C atas nama Ibnu Raditya Afandi itu dipastikan palsu. Jadi tersangka itu TNI AL gadungan," katanya.

    Nama Ibnu mencuat saat polisi menangkap delapan pria yang merupakan sindikat pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di Kota Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan pengakuan mereka, berbagai jenis sepeda motor hasil curian diperoleh dari Ibnu.

    Polisi menyita barang bukti dari delapan pelaku asal Kabupaten Karawang itu berupa 8 telepon genggam, 4 dompet, 1 sarung tangan, dan uang.

    IQBAL T. LAZUARDI S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.