Maju Pemilihan, Idrus: Ketua Umum Golkar Harus di Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poros Muda Golkar Silaturahmi dengan Calon Ketua Umum Parta Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Rabu 16 Maret 2016. Tempo/ Arkhelaus Wisnu

    Poros Muda Golkar Silaturahmi dengan Calon Ketua Umum Parta Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Rabu 16 Maret 2016. Tempo/ Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Idrus Marham, mengaku terpanggil untuk menjadi calon ketua umum Parta Golkar. Menurut dia, ada yang hilang dari Golkar yang lahir dari sebuah gerakan.

    "Seratus pemuda memberi respon gerakan. Golkar adalah gerakan ideologis," kata Idrus saat menyambut Poros Muda Golkar di Hotel Sultan Jakarta, Rabu, 16 Maret 2017.

    Ia menyatakan keterpanggilannya membenahi Partai Golkar untuk lepas dari masa sulit akibat konflik internal Golkar. Di sisi lain, ada tantangan dan persaingan politik menghadapi pemilu 2019. Ia memperhitungkan waktu efektif yang tersedia hanya 2,5 tahun. "Saya merasa terpanggil lanjutkan yang ada," kata dia.

    Menurut dia, Golkar kehilangan filosofi kekaryaannya, dan menunjukkan diri dalam perebutan politik praktis. Golkar, kata dia, lahir dalam konteks ideologi, kekaryaan, dan pembangunan. "Sekarang malah berebut pada politik praktis. Itulah yang terjadi belakangan gontok-gontokan," kata dia.

    Kebangkitan Golkar, kata dia, memerlukan pemimpin yang menjadi inspirator pergerakan. Bisa berdialog dengan rakyat, termasuk wartawan. Ia maju sebagai Caketum Golkar sebagai pertanggungjawabannya terhadap partai. "Sebagai pemimpin pergerakan, ketua umum harus berada di daerah, bukan di Jakarta. Pergerakan harus di depan bukan di belakang," kata dia membara.

    Ia mengatakan Golkar mengalami implifikasi konflik politik dalam 1,5 tahun terakhir dan membuat partai semakin terpuruk. Menjelang kontestasi politik pada 2019, Golkar hanya punya waktu 1,5 tahun untuk berbenah. "Waktunya tinggal 3,5 tahun jelang 2019. Saya terpanggil sebagai aktivis pergerakan," kata dia.

    Namun, ia menampik kemungkinan bahwa ketua umum harus maju dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden. "Bukan itu maknanya," ujar dia.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.