Kebakaran Hutan Belum Padam, Banjir Terjang Sisi Lain Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membawa keluar keluarganya menggunakan perahu kayu ketika banjir di Desa Pulau Rambai, Kampar Timur, Riau, 17 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Seorang warga membawa keluar keluarganya menggunakan perahu kayu ketika banjir di Desa Pulau Rambai, Kampar Timur, Riau, 17 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di wilayah pesisir timur Riau belum juga sepenuhnya padam dan bisa dikendalikan. Total seluas 180 hektare lahan gambut sudah terbakar di Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Dumai.

    Namun di wilayah yang lain, Kabupaten Kuantan Singingi justru diterjang banjir akibat derasnya hujan yang melanda daerah itu. Sungai Batang Pangean meluap sehingga merendam dua kecamatan yang dihuni 400 kepala keluarga.

    "Ketinggian air mencapai 70 sentimeter," kata Camat Pangean, Mahvien Trikon Putra, saat dihubungi, Rabu 16 Maret 2016.

    Mahviyen menjelaskan, hujan lebat yang mengguyur daerah itu membuat Batang Pangean tidak mampu menampung derasnya air yang datang dari hulu di Kecamatan Logas Tanah Darat. "Bendungan Pauh di Pangean tidak mampu menahan air dari Logas Tanah Darat," ujarnya.

    Akibatnya, sebanyak 100 kepala keluarga di Kecamatan Pangean terendam banjir dan tembok sebuah Sekolah Menengah Atas roboh. Isi 30 kolam ikan milik warga juga hanyut. "Diperkirakan banjir baru akan surut dua hari lagi," kata Mahvien.

    Warga Kuantan Singingi Sandi Alpangeano menduga, banjir yang melanda Kuantan Singingi merupakan dampak dari berkurangnya daerah resapan air lantaran semakin sempitnya kawasan hutan di bagian hulu. Akibatnya, anak Sungai Batang Pangean tidak mampu lagi menampung derasnya hujan sejak tiga hari terakhir.

    "Kawasan hutan sudah berganti dengan kebun sawit dan HTI, tapi ini masih dugaan kami," ujarnya.

    Menurutnya, Kecamatan Logas Tanah Darat mengalami banjir lebih parah. Sebanyak 300 keluarga terpaksa dievakuasi untuk mengantisipasi banjir susulan di wilayah itu. "Air sudah berangsur surut, tapi masih dikhawatirkan banjir susulan," ucapnya.

    Kepala Seksi Data Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Slamet Riyadi, menjelaskan, wilayah Riau seharusnya memang sudah memasuki musim hujan pada pertengahan Maret 2016 ini. "Pesisir masih mengalami musim panas, peluang hujan kecil lantaran tiupan angin cukup kencang sehingga sulit terjadi pembentukan awan," katanya menjelas kondisi yang terjadi saat ini.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?