Takut Narkoba, Bupati Purwakarta Tes Urine Pejabat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi (keempat kanan) saat pengungkapan kasus narkoba  di gedung BNN, Cawang, Jakarta, 14 Maret 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi (keempat kanan) saat pengungkapan kasus narkoba di gedung BNN, Cawang, Jakarta, 14 Maret 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.COPurwakarta - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melakukan tes urine secara mendadak guna memastikan ada tidaknya pejabat eselon II dan III yang mengkonsumsi narkoba. "Ini sebagai langkah deteksi dini mencegah penggunaan narkoba di kalangan pejabat pemkab," kata Dedi kepada Tempo, Rabu, 16 Maret 2016.

    Dia menegaskan, jika dari hasil tes urine semua pejabat eselon II dan III tersebut ternyata ada yang terbukti mengkonsumsi narkoba, "Pasti saya pecat. Selanjutnya, diserahkan ke aparat penegak hukum."

    Untuk membuktikan komitmennya terhadap pemberantasan mata rantai narkoba di kalangan pejabat, Dedi sendiri melakukan tes yang sama. "Biar adil, sekaligus memberi contoh yang baik buat bawahan."

    Tes urine tersebut tidak semata diberlakukan buat para pejabat eselon II dan III, tapi sampai eselon paling bawah dan semua stafnya. Artinya, sebanyak 12 ribuan Aparat Sipil Negara (ASN) atau PNS yang ada di Purwakarta harus mengikuti tes antinarkoba tersebut.

    Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Deni Darmawan mengatakan hasil tes urine yang dilakukan timnya tersebut bisa langsung diketahui dalam waktu 15 menit. "Setelah pengecekan, kami mengawasi pengambilan urinenya, dan hasilnya bisa segera diketahui," katanya. Hasil tes urine akan diumumkan Bupati kemudian.

    Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan mengapresiasi upaya pencegahan mata rantai narkoba di kalangan pejabat daerah dengan melakukan tes urine tersebut.
    "Saya pikir bagus, ya, supaya para pejabat clear dalam soal narkoba," ujar Agus.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.