KBRI Damaskus Selamatkan TKI dari Sarang ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Rahayu binti Masdin Nur, TKI yang diselamatkan dari sarang ISIS, mengenakan baju yang biasa dia pakai di Raqqah. (Foto: KBRI Damaskus)

    Sri Rahayu binti Masdin Nur, TKI yang diselamatkan dari sarang ISIS, mengenakan baju yang biasa dia pakai di Raqqah. (Foto: KBRI Damaskus)

    TEMPO.CODamaskus - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, Suriah kembali berhasil mengevakuasi seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Raqqah, “ibu kota” Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Sri Rahayu binti Masdin Nur, asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, saat ini berada di penampungan KBRI Damaskus.

    Menurut rilis yang diterima Tempo, Rabu, 16 Maret 2016, KBRI menerima informasi tentang keberadaan Sri Rahayu di Raqqah sejak Juni 2005. “KBRI Damaskus lalu mencari cara agar bisa mengevakuasi Sri Rahayu dari Raqqah,” kata Adkhilni Mudkhola Sidqi, pejabat Konsuler dan Penerangan Sosial Budaya KBRI Damaskus dalam rilisnya.

    Pemerintah Suriah telah kehilangan kendali terhadap Kota Raqqah sejak lama. Adapun akses dari dan ke Raqqah ditutup ketat oleh ISIS. Sejak konflik di Suriah meletus, Raqqah merupakan medan pertempuran paling parah sekaligus medan perang paling berat antara tentara pemerintah Suriah, pemberontak Free Syrian Army, dan ISIS. Sejak akhir 2013, ISIS berhasil merebut Kota Raqqah dari pemberontak Free Syrian Army dan menjadikannya sebagai “ibu kota” ISIS.

    Karena itu, disusun sebuah rencana untuk mengevakuasi Sri Rahayu. Seorang pegawai agen tenaga kerja yang telah mengenal seluk-beluk medan pegunungan Aleppo-Raqqah dipilih untuk menjemput Sri Rahayu. Di waktu yang tepat dan dengan rencana yang matang, evakuasi pun dimulai. Selama enam hari, lewat jalan darat Raqqah-Aleppo, dari satu gunung ke gunung yang lain secara diam-diam, siang dan malam. Sri dan pegawai dari agen tenaga kerja tersebut mengaku sebagai suami-istri untuk mengelabui tentara ISIS.

    Sri Rahayu tiba di kantor Konsuler cabang Aleppo pada Januari 2016. Setelah semua hak dan urusan selesai diperjuangkan di Aleppo, dia diantarkan ke shelter Damaskus pada 12 Maret 2016. Menurut Adhkhilni, Sri Rahayu akan dipulangkan secepatnya ke Indonesia.

    Duta Besar RI untuk Damaskus, Djoko Harjanto, mengatakan keberhasilan evakuasi Sri Rahayu, tak lain dan tak bukan adalah berkat jejaring yang kuat yang dijalin Tim Konsuler KBRI Damaskus. “Tanpa jejaring yang kuat antara KBRI Damaskus, pemerintah Suriah, dan tokoh masyarakat, mustahil dapat mengemban misi utama perlindungan WNI di tengah gejolak konflik Suriah ini,” kata Dubes Djoko.

    Penyelamatan TKI dari wilayah konflik tersebut bukan pertama kali dilakukan Tim Konsuler KBRI Damaskus. Pada Januari 2016, KBRI Damaskus juga berhasil menyelamatkan seorang TKW asal Subang bernama Casih binti Waan dari kepungan ISIS di Deir Ezzor. Casih berhasil dievakuasi dengan bantuan helikopter tentara Suriah.

    Sejak konflik meletus di Suriah pada 2011, KBRI Damaskus juga telah merepatriasi sebanyak hampir 13 ribu orang WNI/TKI kembali ke Indonesia.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.