Tiga Terduga Teroris Tewas di Poso, Satu Asal Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan satu dari tiga terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Poso, Selasa, 15 Maret 2016, adalah warga Cina.

    "Terduga teroris yang dimaksud memiliki ciri-ciri fisik sebagai warga negara asing. Diduga, orang tersebut merupakan warga suku Uighur, Cina," katanya di Mabes Polri Jakarta, Rabu, 16 Maret 2016.

    Anton mengatakan dugaan tersebut tampak dari warna kulit tersangka yang putih. Kendati demikian, hingga saat ini polisi masih mengidentifikasi jenazah tersebut.

    Tim operasi Tinombala terlibat baku tembak dengan terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Pegunungan Tabalosa, Lore, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa kemarin. Dari kejadian tersebut, tiga terduga teroris ditemukan tewas.

    Awalnya polisi hanya menemukan dua jenazah. Pada penyisiran sore hari, polisi kembali menemukan satu jenazah di sungai. Diduga satu jenazah tersebut adalah warga Cina. 

    Anton menambahkan, berdasarkan data intelijen Polri, anggota kelompok MIT pimpinan Santoso alias Abu Wardah itu kini tersisa 38 orang. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan anggota kelompok tersebut akan bertambah. Pasalnya, saat ini banyak simpatisan kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS bergabung dalam kelompok Santoso.

    "Kemarin juga kami temukan simpatisan yang mengirim makanan," katanya.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.