Pemerintah Siap Hadapi Gugatan PPP Djan Faridz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, menunjukkan surat pengesahan kepada awak media terkait status Partai Persatuan Pembangunan, di Jakarta, 17 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, menunjukkan surat pengesahan kepada awak media terkait status Partai Persatuan Pembangunan, di Jakarta, 17 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah siap menghadapi gugatan yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz. Menurut dia, selama ini, pemerintah mengambil keputusan berdasarkan proses hukum yang diputuskan.

    "Apa pun yang digugat, pemerintah siap menghadapi itu, karena pemerintah mengambil keputusan berdasarkan apa yang sudah diputuskan Mahkamah Agung sebelumnya," ujar Pramono di kompleks Istana, Rabu, 16 Maret 2016.

    Pemerintah sangat berharap dua kubu di PPP melakukan islah atau rekonsiliasi dengan mekanisme dan aturan partai, yaitu melalui AD/ART. Pramono menegaskan, pemerintah tidak pernah mau ikut campur karena tidak mau dinilai melakukan intervensi. "Pemerintah memediasi, silakan islah, malah dituduh ikut campur," ucapnya.

    Kemarin Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menuturkan pemerintah menyesalkan gugatan yang diajukan PPP kubu Djan Faridz. Pemerintah, kata dia, menyesali inkonsistensi kubu Djan.

    Yasonna mengaku bingung karena sudah berkomunikasi dengan dua kubu di PPP hingga 9 Maret 2016. Dalam pertemuan terakhir itu disimpulkan kedua kubu sepakat mengambil jalan islah. Namun justru pemerintah dituding tidak aktif menyelesaikan kisruh partai itu.

    ANANDA THERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.