Kapolri: Tito Karnavian Mumpuni Pimpin BNPT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Tito Karnavian saat memberikan penjelasan kepada media tentang kabel sampah di gorong-gorong. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Tito Karnavian saat memberikan penjelasan kepada media tentang kabel sampah di gorong-gorong. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Inspektur Jenderal Tito Karnavian tepat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Menurut dia, pengalaman dan kemampuan Tito sangat cocok sebagai Kepala BNPT.

    "Saya pikir, dari sisi kompetensi, pengalaman, Pak Tito mumpuni, karena memang sudah cukup berpengalaman dalam menangani kasus-kasus terorisme," ucap Badrodin seusai pelantikan Tito sebagai Kepala BNPT di kompleks Istana, Rabu, 16 Maret 2016.

    Badrodin berujar, pengalaman Tito sebagai Komandan Detasemen Khusus 88 Antiteror membuatnya memahami jaringan pelaku teror yang ada di Indonesia dan luar negeri. Menurut dia, dalam tantangan terhadap terorisme dan radikalisme yang semakin besar, sosok Tito tepat dipilih menjadi Kepala BNPT.

    Berkarier di kepolisian dari 1987, Tito dikenal sebagai polisi yang menggeluti bidang terorisme. Meskipun sempat diselingi memimpin Kepolisian Resor Serang pada 2005, Tito menghabiskan waktunya pada 2004-2010 di Densus 88. Ia juga pernah menjadi Deputi Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Sejak Bom Bali I hingga serangan teroris di Jalan Thamrin, Jakarta, pada 2016, nama Tito selalu ada dalam pengungkapan kasus terorisme.

    Salah satu prestasi doktor lulusan Nanyang Technological University itu adalah berhasil menumpas Doktor Azhari di Malang pada November 2005.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?