Bursa Cagub Banten Memanas, Dinasti Atut Merapat ke PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Rano Karno (tengah) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai presentasi BKSP di Balai Agung Jakarta, 26 Februari 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Gubernur Banten Rano Karno (tengah) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai presentasi BKSP di Balai Agung Jakarta, 26 Februari 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Serang - Bursa calon Gubernur Banten kian panas. Sejumlah bakal calon dari partai dan calon perseorangan terus bermunculan. Gubernur Banten Rano Karno yang sudah memastikan akan kembali bertarung di pemilihan Gubernur Banten 2017 kini mendapat banyak saingan.

    Selain Rano, tercatat sejumlah keluarga bekas Gubernur Banten Atut Chosiyah, seperti Andika Hazrumi, putra sulung Atut; dan Tubagus Haerul Zaman, adik Atut yang saat ini menjabat Wali Kota Serang.

    Nama lainnya, yakni mantan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, mantan Bupati Lebak Mulyadi Jaya Baya, mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Provinsi Banten Wawan Iriawan, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Tantowi Yahya.

    Politikus PDIP, Rano Karno, merasa percaya diri akan diusung kembali oleh PDIP untuk merebut kursi Gubernur Banten. Salah satu alasannya, selain kader, Rano mengklaim sudah mengantongi banyak dukungan dari pengurus PDIP kabupaten/kota di Banten.

    Rano Karno mengaku telah mempunyai banyak bekal untuk kembali menduduki kursi Gubernur Banten. “Bekal pertama yang saya punya, yaitu 15 kursi partai di DPRD Banten, dan bekal yang kedua pengalaman saya menjadi Gubernur Banten,” kata Rano Rano, Selasa, 15 Maret 2016.

    Rano Karno mengatakan dia sebagai kader dan petugas partai siap ditempatkan di mana saja. “Saya petugas partai, jika diperintahkan untuk melanjutkan, saya bismilah, jika tidak, saya alhamdulillah. Apalagi kalau di Banten tentunya saya lebih siap,” ujar Rano setelah menyerahkan formulir penjaringan bakal calon gubernur di kantor DPD PDIP Provinsi Banten.

    Berbekal pengalaman menjadi wali kota dua kali, adik bekas Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Haerul Jaman, juga mengaku optimistis akan mendapat dukungan banyak partai, termasuk PDIP. “Modal saya adalah menjabat Wali Kota Serang, bahkan sudah dua kali,” ujarnya.

    Sebelumnya, dua keluarga Atut, yakni anak Atut sekaligus anggota DPR, Andika Hazrumi, dan adik Atut sekaligus Wali Kota Serang, Tubagus Hairul Jaman, juga telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon gubernur dari PDIP.

    Putra sulung mantan Gubernur Banten Ratu Chosiyah, Andika Hazrumi, menyatakan kesiapannya mengikuti mekanisme partai berlambang moncong putih tersebut dan siap disandingkan dengan siapa pun, termasuk dengan Rano Karno.

    Andika mengatakan dia menyerahkan keputusan partai, apakah akan didudukkan untuk posisi calon gubernur atau wakil gubernur. “Kalau ditanya Banten satu atau dua, kita lihat prosesnya saja karena saya serahkan semuanya kepada PDIP. Siapa pun wakil atau gubernurnya yang punya potensi membangun Banten ke depan harus didorong dan didukung," ujar Andika.

    Ia juga mengaku sudah membuka komunikasi politik dengan partai lain. "Komunikasi politik harus terus dibangun. Membangun daerah itu kan tidak bisa sendiri. Kami terbuka dengan seluruh partai, kebetulan penjaringan baru PDIP," katanya.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?