Demokrat Bantah Ruhut Soal Ani Yudhoyono Capres 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu Ani Yudhoyono memasuki aula barat tempat pengukuhan gelar Doktor Kehormatan pada Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, di ITB Bandung, Jawa Barat, 25 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Ibu Ani Yudhoyono memasuki aula barat tempat pengukuhan gelar Doktor Kehormatan pada Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, di ITB Bandung, Jawa Barat, 25 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat sekaligus mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengatakan pernyataan politikus Demokrat Ruhut Sitompol soal Ani Yudhoyono akan menjadi calon presiden pada 2019 tidak resmi dari partai.

    "Siapa yang mengumumkan? Harus sumber resmi Demokrat yang menyatakan hal itu. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi," kata Amir saat dicegat seusai diskusi Demokrasi dan Korupsi yang digelar Transparency International Indonesia di Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.

    Sebelumnya, beredar gambar di media sosial yang mengklaim Ani maju sebagai calon presiden 2019. Dalam gambar itu tertulis, "Ani Yudoyhono Calon Presiden Partai Demokrat 2019, Lanjutkan!". Di bagian kiri bawah gambar tercetak tagar #AniYudhoyono2019.

    Tak lama setelah gambar itu beredar, Ruhut membenarkan niat Ani menjadi calon presiden. Ia berkata wacana itu diawali dari permintaan masyarakat yang ingin Susilo Bambang Yudhoyono kembali maju sebagai presiden, yang jelas tak memungkinkan.

    Amir pun menyebut, gambar Ani sebagai calon presiden itu tidak resmi. Ia berkata siapa pun bisa membuat dan menyebarkan gambar, meski tidak ada keinginan resmi dari Ani untuk menjadi calon presiden. "Lagipula kan 2019 masih jauh. Tapi, jika ada pihak-pihak di luar sana yang ingin mendukung Ibu Ani sebagai calon presiden, ya sah-sah saja," ujarnya.

    ISTMAN MP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?