Polisi Gagalkan Perdagangan Manusia, 18 WNI Dijual ke Portugal dan Turki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi human trafficking. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia menangkap pelaku tindak pidana perdagangan orang di Portugal dan Turki. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto menyebut sebanyak 18 orang menjadi korban perdagangan. "Kami dapat informasi dari Kedutaan Belanda," katanya di Mabes Polri, Selasa, 15 Maret 2016.

    Agus menjelaskan, pelaku menggunakan modus perdagangan dengan mengiming-iming pekerjaan kepada korban. Pelaku menjanjikan 12 orang  bekerja di Belanda dengan bayaran US$ 300 per bulan. Namun, kenyataannya, mereka dipekerjakan sebagai  buruh kapal di Portugal.

    Padahal, ujar Agus, sebelum berangkat, mereka harus membayar Rp 65-95 juta kepada tersangka untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Dengan iming-iming pekerjaan enak dan gaji tinggi, akhirnya korban mau. "Pendekatan yang dilakukan ialah pendekatan personal."

    Baca Juga: Masih Teler, Bupati Ogan Ilir Urung Diperiksa BNN  

    Sementara itu, enam korban lainnya dijanjikan pekerjaan di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Riyadh. Tapi ternyata mereka malah ditelantarkan di Turki sebagai pembantu rumah tangga. "Ini tidak sesuai dengan yang mereka janjikan," tutur Agus.

    Setelah mendapat laporan dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Belanda, akhirnya Polri menangkap pelaku pada 9 Maret 2016.

    Agus menyebutkan dua  orang tersangka tindak pidana perdagangan orang di Turki yang berinisial P dan W. Sedangkan tersangka tindak pidana perdagangan orang di Portugal yang ditangkap berinisial WK alias MA. Kini ketiganya sudah ditahan.

    Agus belum bisa memastikan apakah masih ada korban lain yang belum terungkap. Namun masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap janji-janji dari instansi yang tidak jelas.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.