Bupati Cellica Khawatir Investasi Anjlok Gara-gara Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang. TEMPO/Hisyam Luthfiana

    Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang. TEMPO/Hisyam Luthfiana

    TEMPO.CO, Karawang - Kepala Polisi Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar, Andy Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan sedang menangkal paham radikal di masyarakat Karawang. Menurut dia, Karawang menjadi penting karena banyak investasi yang harus dilindungi. "Investasi asing di Karawang dianggap sebagai thogut, bagi para penganut paham radikal," ujar Dicky, dalam acara penyuluhan agama dan deradikalisasi di Hotel Karawang Indah, Selasa, 15 Maret, 2016.

    Dalam acara itu, turut hadir perwakilan dari Pupuk Kujang dan Karawang International Industry City (KIIC). Di hadapan mereka, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana khawatir penangkapan teroris di Karawang beberapa waktu lalu mengindikasikan maraknya penyebaran paham radikal di Karawang.

    "Di lapas Karawang juga ada empat tahanan teroris. Salah satunya masih muda, baru 25 tahun. Ini memprihatinkan kita semua," ujar Cellica.

    Cellica berharap seluruh muspida, bekerjasama dalam menjalankan program itu. "Karena BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menjadikan karawang sebagai proyek percontohan deradikalisasi," ucap dia. "Juga sejalan dengan dengan program priotitas Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti,"

    Kapolres Karawang, menyebut sudah melakukan dua hal. Salah satunya adalah melakukan pemetaan dan membuat zonasi penyebaran paham radikal di Karawang. "Ada zona merah, kuning dan hijau. Zona merah jadi perhatian khusus karena paling berbahaya. Zona paling diawasi, karena dipastikan penganut faham radikal bermukim disana," ujar Dicky, saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

    Dicky tidak berbicara banyak ihwal lokasi tepat zona merah faham radikal di Karawang. Ia pun enggan menyebut nama lokasi yang masuk zona merah. Ia hanya menjelaskan jika penetapan zonasi itu berdasarkan pantauan dan temuan intel. "Sudah sejak lama dipantau. Ada beberapa titik zona merah di Karawang," kata Dicky.

    Di wilayah yang masuk kategori zona merah, akan diterjunkan ulama kompeten dan pilihan. "Dibantu oleh  pengamanan  dari aparat karena dianggap kritis. Di zona merah itu, dipastikan ada orang penganut faham radikal," kata Dicky.

    Selain itu, Polisi juga mengatur khutbah Jumat di masjid-masjid. Khatib Jumat diharuskan untuk membacakan buku pedoman penanganan faham radikal.
    "Buku itu akan disebar di 309 desa. Di Karawang, rata-rata ada empat sampai lima mesjid. Akan kita sebar semua," ungkap dia.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.