1.000 Difabel di Purwakarta Terima Bantuan Kaki Palsu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak mencoba kaki palsu bantuan Kick AndyFoundation di Ruang Borobudur Polda Jawa Tengah di Semarang, Jum'at(3/8). 100 kaki palsu tersebut dibagikan untuk korban kecelakaan lalu lintas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang anak mencoba kaki palsu bantuan Kick AndyFoundation di Ruang Borobudur Polda Jawa Tengah di Semarang, Jum'at(3/8). 100 kaki palsu tersebut dibagikan untuk korban kecelakaan lalu lintas dari berbagai daerah di Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.000 penyandang difabel di Purwakarta, Jawa Barat, menerima bantuan kaki palsu hasil kerja sama Pemkab Purwakarta, Sequis Life dan Yayasan Peduli Tuna Daksa. "Ini bantuan kali kedua," kata Kepala Subbagian Kesra Pemkab Purwakarta, Didin Ibrahim, kepada Tempo, 15 Maret 2016.

    Kali pertama bantuan kaki palsu buat para difabel dilakukan medio 2015. Tetapi, jumlahnya masih terbatas buat 43 orang. Setiap tahun penyandang difabel yang akan menerima bantuan kaki palsu akan terus meningkat.

    "Ke depan, penerimanya bahkan akan meliputi warga daerah tetangga seperti Subang dan Bandung Barat," Didin menjelaskan.

    Jalinan kerjasama antara Pemkab Purwakarta, Sequis Life dan Yayasan Peduli Tuna Daksa, akan terus ditingkatkan, karena sangat membantu.

    Agar tidak tercecer, Didin berujar akan melakukan pendataan penyandang difabel dari pintu ke pintu. Sebab, kerjasama pengadaan kaki palsu tersebut ditargetkan buat memenuhi kebutuhan semua penyandang difabel.

    "Artinya, tak boleh ada satu pun penyandang yang terlewatkan," katanya.

    Asep Muhan, warga Purwakarta, salah seorang korban kecelakaan yang mengalami patah kaki lima tahun lalu, mengaku sangat terbantu dengan bantuan kaki palsu yang diterimanya tersebut.

    "Terus terang semangat hidup saya bangkit lagi. Saya mentas hidup seperti orang normal," ia menjelaskan.

    Ia mengharapkan, semua penyandang difabel di Purwakarta, mendapatkan bantuan yang sama sehingga mereka bisa beraktifitas kembali seperti orang normal. "Supaya para penyandang difabel menjadi manusia produktif lagi," Asep mengimbuhkan.

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan berkomitmen untuk memberikan kaki palsu kepada semua penyandang difabel di daerahnya paling lambat tahun 2016. "Ini adalah misi kemanusiaan yang wajib dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.

    Sebab, jika pemberian sumbangan kaki palsu tersebut tidak diberikan kepada seluruh penyandang, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, dikhawatirkan tidak akan mampu membelinya. "Sebab, harganya cukup mahal," Dedi mengimbuhkan.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.