Warung Remang-remang Dituding Penyebab Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warung remang-remang. TEMPO/Yosep Arkian

    Warung remang-remang. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Indramayu - Dianggap penyebab banjir, warung remang-remang yang ada di sepanjang pantura Indramayu akan ditertibkan. Pemilik warung pun menolaknya.

    “Kami tengah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Satpol PP untuk melakukan penertiban,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDA Tamben) Kabupaten Indramayu, Suwenda, Senin 14 Maret 2016.

    Suwenda menjelaskan keberadaan warung remang-remang yang berdiri di sepanjang jalur pantura Indramayu telah mengganggu fungsi saluran air. Bahkan banjir yang terjadi di pantura Indramayu beberapa waktu lalu pun salah satu penyebabnya karena adanya bangunan tersebut. Padahal warung berdiri di sepanjang jalur pantura yang mencapai puluhan kilometer.

    Karenanya berkoordinasi denga instansi terkait, pihaknya pun akan berupa penertiban warung di sepanjang pantura. Bahkan tidak hanya di jalur pantura Indramayu, ratusan bangunan lain yang juga berdiri di pinggir saluran air akan ditertibkan. Dengan penertiban tersebut Suwenda berharap bisa membuat fungsi saluran air bisa kembali normal.

    Sementara itu Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Indramayu, Wibowo Kresnanto, menjelaskan jika semua bangunan yang berada di saluran irigasi di sepanjang jalur pantura Indramayu tidak berizin. “Lahan itu kewenangannya ada di Dinas PSDA Tamben Indramayu,” kata Wibowo.

    Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kabupaten Indramayu, Siti Nur Amalia, saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya akan melakukan pembongkaran warung remang-remang yang ada di sepanjang pantura Indramayu tersebut. “Mulai dari Kecamatan Lohbener hingga Kecamatan Sukra,” kata Siti. Ada pun penertiban tersebut akan dilaksanakan pada 19 Maret mendatang.

    Sedangkan seorang pemilik warung di pinggir jalur pantura Kecamatan Losarang, Casinah,40, menyatakan keberatan jika warung miliknya dibongkar oleh aparat. “Saya sudah berjualan selama 16 tahun disini,” kata casinah. Jika dibongkar, Casinah menyatakan tidak tahu harus berjualan di mana lagi. Casinah berharap jika nanti dibongkar, ia mendapatkan ganti rugi dari pemerintah daerah serta relokasi untuk berjualan ke tempat lain.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.