Banjir, Ridwan Kamil Usulkan Koordinator Cekungan Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meninjau lokasi banjir di perumahan Bumi Adipura tahap 4, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, 13 Maret 2016. TEMPO/PUTRA PRIMA PERDANA.

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, meninjau lokasi banjir di perumahan Bumi Adipura tahap 4, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, 13 Maret 2016. TEMPO/PUTRA PRIMA PERDANA.

    TEMPO.CO, Karawang - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, untuk mengentaskan banjir yang selalu berulang-ulang terjadi di wilayah Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang dan sekitarnya adalah masalah multidimensi. Lantaran berhubungan dengan tidak hanya Kabupaten Bandung saja, maka untuk mengentaskan masalah banjir rutin tersebut perlu terkoordinasi.

    "Masalahnya multidimensi. Maka itulah pentingnya ada koordinator Cekungan Bandung supaya adil. Problem lalu lintas, problem banjir, problem lintasan orang mencari kerja, transportasi, harus ngobrol bersama," kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 14 Maret 2016.

    Ridwan Kamil mengatakan, selama ini dia tidak pernah diundang terutama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi banjir di Dayeuhkolot. Meski bukan wilayah kekuasannya, pria yang akrab disapa Emil ini sebenarnya ingin menyumbangkan ide-ide untuk mengentaskan banjir.

    "Saya terbatas wilayah. Harusnya ada duduk bersama mencari solusi. Selama ini belum ada forum itu dan saya tidak pernah diundang mengatasi (banjir) itu. Makanya saya berupaya hanya di wilayah saya saja. Kalau saya diundang saya bisa memberikan satu dua gagasan," ucapnya.

    Meski demikian, Ridwan Kamil mengaku selalu rutin memberikan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Bandung. "Sudah lewat jalur informal. Enggak boleh formal karena saya tidak boleh melangkahi jalur administrasi," tuturnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.