Janjikan Kelulusan, Guru Mesum Ini Cabuli Tiga Siswinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi

    ilustrasi

    TEMPO.CO, Dompu - Diduga mencabuli tiga muridnya yang masih di bawah umur, seorang guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMA PGRI Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, AH, 30 tahun, dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Dompu, Senin 14 Maret 2016.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dompu, Ajun Komisaris Polisi Herman, mengungkapkan, aksi bejat AH terhadap tiga muridnya yakni FF, MY , dan SS, yang masih berusia 15 tahun, diketahui setelah korbannya menunjukan rasa trauma.

    "Keluarga salah satu korban, FF, curiga melihat SS tidak mau di tempat tesangka lagi. Setelah ditanya alasannya, ternyata korban dan dua temannya mendapatkan perlakuan cabul dari tersangka," kata Herman di Mapolres Dompu, Senin 14 Maret 2016.

    Herman menjelaskan, pencabulan dilakukan tersangka dengan modus mengajarkan pendidikan jasmani dan rohani serta dijamin lulus. Pelaku berpura-pura mengarahkan gerakan jasmaninya, sambil memegang bagian intim muridnya. "Tersangka juga meminta muridnya mengikuti kemaunnya agar lulus ujian dengan sempurna,” kata Herman. Polisi menduga masih ada beberapa korban lain, namun mereka enggan melapor.

    Menurut Herman, para saksi, korban dan saksi ahli sudah dimintai keterangan. Sementara tersangka sudah langsung ditahan sejak hari ini setelah polisi mendapatkan cukup bukti, yakni dari keterangan ahli dan hasil visum. "Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan, dan tersangka sudah kami tahan untuk kepentingan penyidikan," ujar Herman.

    Tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 76 D jo pasal 81 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) masalah persetubuhan dengan anak di bawah umur, dan pasal 76 e jo pasal 82 ayat (1) dan (2) tentang pencabulan atau pelecehan seksual dengan pidana minimun 5 tahun dan maximum 15 tahun penjara.

    AKHYAR M. NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.