Positif Pakai Narkoba, Bupati Ogan Ilir Dibawa ke BNN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, Bupati Ogan Ilir periode 2016-2021 dilantik Gubenur Sumatera Selatan Alex Nurdin di Palembang Sumatera Selatan, 18 Februari 2016.TEMPO/Str/Beny Nurmansyah

    Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, Bupati Ogan Ilir periode 2016-2021 dilantik Gubenur Sumatera Selatan Alex Nurdin di Palembang Sumatera Selatan, 18 Februari 2016.TEMPO/Str/Beny Nurmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi dibawa ke Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, setelah ditangkap di rumahnya pada Ahad malam kemarin. Saat tiba dengan mobil tahanan BNN pukul 14.28 WIB, Senin, 13 Maret 2016, Noviadi seketika dikerubungi wartawan.

    Dari pantauan Tempo, Noviadi tiba bersama empat orang lain yang juga turun dari mobil tahanan yang sama. "Siapa saja yang datang, saya belum tahu jelas. Nanti kami akan ada rilis," ujar juru bicara BNN, Slamet Pribadi, beberapa saat sebelum mobil tersebut tiba di gedung BNN dari Bandara Soekarno-Hatta.

    Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan hasil tes urine Noviadi positif mengandung narkoba. “BNN semalam menangkap Bupati Ogan Ilir itu,” ujar Budi saat dihubungi Tempo, Senin pagi tadi.

    Budi menuturkan Noviadi dibawa ke BNN untuk menjalani tes rambut dan tes lain guna memperkuat dugaan bahwa dia mengkonsumsi narkoba. Noviadi menjadi target BNN dalam tiga bulan terakhir. Dia diduga terjerat penyalahgunaan narkoba.

    Ahad kemarin, petugas BNN menggerebek rumah Noviadi di Jalan Musyawarah III, Kecamatan Gandus, sekitar pukul 22.00 WIB. Penggerebekan bermula dari informasi masyarakat sekitar mengenai penyalahgunaan narkoba yang diduga dilakukan bupati yang baru menjabat tersebut.

    Ayah Noviadi, Mawardi Yahya, mantan bupati periode 2005-2015, sempat menghalang-halangi petugas yang hendak menangkap anaknya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.