Banjir di Bima, Dua Jembatan Ambruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Jembatan Putus. ANTARA/Rudi Mulya

    Ilustrasi Jembatan Putus. ANTARA/Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Bima - Mustafa, 60 tahun, warga Kelurahan Lelamase, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, hanyut terbawa banjir, Ahad, 13 Maret 2016, sekitar Pukul 15.30 Wita. Hingga Ahad sore, nasib Mustafa belum diketahui, tapi diduga sudah tewas terseret arus.

    Aparat kepolisian dibantu tim SAR, keluarga korban, dan warga masih menyisir sepanjang aliran sungai. Menurut informasi dari kepolisian, korban hanyut dibawa banjir saat berusaha menyelamatkan kuda miliknya. Nahas, seusai kudanya berhasil dievakuasi, korban malah terjatuh dan terseret arus.

    “Kudanya selamat, tapi pemiliknya yang terbawa arus. Saat ini kami belum mengetahui posisi korban. Semua masih menyisir aliran sungai,” kata Bripka Anas di lokasi pencarian Dam Raba Salo, Kelurahan Penatoi.

    Lurah Lelamase Jainal Abidin yang dihubungi menyatakan masih melakukan pencarian. Pihaknya bersama kepolisian dan tim gabungan masih menyisir sepanjang aliran sungai.

    “Korban belum ditemukan. Kita masih terus mencari keberadaannya dan belum bisa memastikan dalam kondisi selamat atau tidak,” ucapnya.

    Hujan deras siang itu selama 4 jam di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, menyebabkan dua jembatan ambruk. Tidak hanya itu, empat ekor kerbau terseret banjir dan puluhan areal persawahan rusak.

    Saat ini akses jalan yang menghubungkan Desa Sampungu dan Desa Kiwu, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, lumpuh total. Warga berupaya membuat jalan lain agar kendaraan roda dua bisa lewat.

    Jainal  berharap, pemerintah Kabupaten Bima segera turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi jembatan serta lahan persawahan milik warga yang terseret  banjir.



    AKHYAR M NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.