4 Ribu Warga Bandung Mengungsi, BNPB: Belum Puncak Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengungsi melalui Jalan Raya Moch Toha Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang tenggelam oleh luapan Sungai Citarum, 13 Maret 2016. Ketinggian air antara 80 cm sampai 3 meter hingga memutus seluruh akses kota ke kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    Warga mengungsi melalui Jalan Raya Moch Toha Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang tenggelam oleh luapan Sungai Citarum, 13 Maret 2016. Ketinggian air antara 80 cm sampai 3 meter hingga memutus seluruh akses kota ke kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.592 keluarga masih mengungsi akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banjir akibat luapan Sungai Citarum itu belum surut hingga Minggu malam, 13 Maret 2016, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho. 

    Dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 13 Maret 2016, Sutopo menyatakan pengungsi akibat banjir berjumlah 4.282 orang. Ribuan pengungsi terdiri atas 446 balita, 38 ibu hamil, 20 ibu menyusui, 300 lansia, serta 30 orang yang menderita sakit. "BPBD akan menaikkan status menjadi tanggap darurat, tinggal proses penandatanganan bupati," katanya. 

    Sutopo juga mengatakan ribuan pengungsi tersebut saat ini tersebar di beberapa lokasi. Sebanyak 88 keluarga atau 328 jiwa mengungsi di Gedung Warakawuri, termasuk sembilan balita, enam ibu hamil, dan dua lansia. Di GOR Baleendah, terdapat 74 keluarga atau 303 jiwa dengan 33 balita, dua ibu hamil, dan enam lansia. 

    Pengungsi juga menempati Gedung Unilon, yakni sebanyak 123 keluarga atau 511 jiwa dengan 44 balita, 10 ibu hamil, 20 ibu menyusui, dan 17 lansia. Di Posko Matahari Residence, terdapat 650 keluarga atau 1.500 jiwa dengan 220 balita dan 100 lansia.

    Jumlah pengungsi terbanyak berada di Posko 21 Kampung Mekarsari, yakni sebanyak 657 keluarga atau 1.632 jiwa dengan 140 balita, 20 ibu hamil, 178 lansia, serta 30 orang sakit. "Sebagian besar gatal-gatal dan pilek," ujar Sutopo. 

    Menurut Sutopo, tim BNPB telah berkomunikasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terkena banjir. "Namun ada beberapa warga yang tetap bertahan di rumah dan berdiam diri di lantai dua rumah mereka," ucapnya. 

    Selain itu, kata Sutopo, pihaknya telah mendirikan tiga dapur umum, yakni di Kecamatan Dayeuhkolot yang dikelola oleh Dinas Sosial, Kecamatan Bojongsoang yang dikelola oleh PMI, serta di Kwartir Cabang Baleendah yang dikelola BPBD Kabupaten Bandung dan PMI. 

    Saat ini, Sutopo berujar, masih terjadi hujan dengan intensitas sedang. Evakuasi warga pun masih berlangsung hingga sekarang. "BPBD memperkirakan ini belum menjadi puncak banjir," kata Sutopo. 

    Daerah yang saat ini masih terendam banjir adalah Cieunteung, Babakan Leuwi, Dayeuhkolot, Bojong Asih, Pasawahan, Bojong Citepus, Cigosol, Andir, Parunghalang, dan Kamasan. "Di Bojong Malaka, ada tujuh RW yang masih terendam, sementara di Rancamanyar sebagian masih terendam," tuturnya. 



    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.