180 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Bengkalis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga ahli berlari di tengah guyuran hujan saat melakukan pemadaman di daerah Lebong Hitam, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Metode Paku Bumi dilakukan dengan menggunakan pipa sepanjang 1,5 meter berdiameter sekitar 15 cm yang mengalirkan air ke dalam tanah. Air tersebut sudah dicampur dengan cairan kimia sehingga sangat efektif memadamkan bara api di lahan gambut. ANTARA/Nova Wahyudi

    Tenaga ahli berlari di tengah guyuran hujan saat melakukan pemadaman di daerah Lebong Hitam, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Metode Paku Bumi dilakukan dengan menggunakan pipa sepanjang 1,5 meter berdiameter sekitar 15 cm yang mengalirkan air ke dalam tanah. Air tersebut sudah dicampur dengan cairan kimia sehingga sangat efektif memadamkan bara api di lahan gambut. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di wilayah pesisir timur Riau terus berlanjut. Titik api baru bermunculan di setiap daerah. Hingga kini 180 hektare lahan gambut di Bengkalis terbakar.

    "Titik api baru terus bermunculan di beberapa kecamatan," kata Kepala Bidang Pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis Suiswantoro, kepada Tempo, Ahad, 13 Maret 2016.

    Menurut Suiswantoro, titik api baru muncul di perkebunan kelapa di Des Muntai, Kecamatan Bantan, seluas 5 hektare kebun kelapa terbakar. Menurut Suiswantoro, petugas kesulitan memadamkan api lantaran lokasi berada tidak jauh dari pantai. Tiupan angin laut membuat api mudah meluas. "Kebakaran terjadi sudah tiga hari," ujarnya.

    Kebakaran lahan baru juga terjadi di Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan seluas 2 hektare. Sedangkan di Rupat, kebakaran di Desa Tanjung terus meluas sampai Desa Mersing dengan lahan terbakar seluas lebih 30 hektare.

    Sedangkan titik api di Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Siak Kecil sudah berangsur padam, namun petugas masih perlu berada di lokasi menjaga lahan agar tidak kembali menyala.

    Menurut Suiswantoro, titik api di Bengkalis sempat padam selama tiga hari. Namun minimnya curah hujan diiringi cuaca panas melanda daerah itu membuat titik api terus bermunculan. Dia menuding kebakaran lahan di Bengkalis kebanyakan akibat unsur kesengajaan pihak tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan.

    "Kondisi cuaca ekstrim di Kabupaten Bengkalis dan ulah oknum yg tidak bertanggung jawab menggunakn api untuk tujuan tertentu di daerah rawan menyebabkn terjadinya karhutla," jelasnya.

    Kebakaran lahan di Bengkalis mulai mencemari kualitas udara akibat kabut asap sisa kebakaran lahan. Kabut asap tipis tampak menyelimuti daerah itu menjelang malam hari. "Kabut asap tipis menyelimuti Bengkalis menjelang malam hari, " katanya.

    Kebakaran lahan dua pekan terakhir marak terjadi di sejumlah daerah di Riau. Terakhir Satuan Tugas penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan Riau mencatat, secara keseluruhan luas hutan yang terbakar di Riau mencapai 300 hektare.

    Titik api baru terus bermunculan dan membakar lahan gambut. Di Kota Dumai luas lahan yang terbakar bahkan mencapai ratusan hektare. Kebakaran lahan bahkan merembet ke kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Namun kebakaran lahan Riau Sejauh ini belum menimbulkan bencana kabut asap. Riau menyatakan darurat kebakaran lahan hingga 3 bulan kedepan.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.