Intsiawati Ayus Motivasi Mahasiwa di Jambi Berjiwa kompetitif

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa sebagai agen perubahan, harus berani bersuara.

    Mahasiswa sebagai agen perubahan, harus berani bersuara.

    INFO MPR - Sosialisasi Empat Pilar yang diberikan kepada mahasiswa se-Provinsi Jambi pada Sabtu, 12 Maret 2016 di Ballroom Rumah Kito Resort, Jambi, terlihat sedikit berbeda. Hal ini terlihat saat Anggota MPR Intsiawati Ayus memaparkan nilai-nilai Empat Pilar kepada mereka.

    Ia menyampaikan materi Empat Pilar  dengan banyak diselingi intermezzo dan candaan ringan khas anak muda. Menurut Intsiawati, hal itu agar para peserta yang terdiri dari mahasiswa ini dapat memahami isi materi dan bukan hanya menghafalnya. "Selain itu, yang pasti agar suasana siang hari yang rawan bosan dan kantuk berubah semangat," ujarnya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan metode Outbound yang dilaksanakan dari tanggal 11-14 Maret 2016.

    Saat itu memang terlihat riuhnya gelak tawa dan teriakan seratus orang mahasiswa yang hadir untuk saling berebut menjawab pertanyaan yang diajukan Intsiawati. bergema dari ballroom Rumah Kito Resort, Jambi, Sabtu (12/3) siang. Para peserta sangat antusias mengikuti serangkaian acara tersebut.

    Sebelumnya, Intsiawati yang akrab disapa Iin, tampak gemas ketika melihat para peserta outbound yang ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkannya. Menurut dia, mahasiswa sebagai agen perubahan, harus berani bersuara. "Tidak apa-apa jawabannya berbeda, yang terpenting harus berani. Seperti semboyan negara kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, seberapa banyak perbedaan yang kita miliki, Indonesia tidak akan terpecah," katanya.

    Iin menyebut para mahasiswa di Jambi ini adalah pilihan. Kata Iin, orang pilihan itu terbiasa memiliki sikap kompetitif yang tinggi, sehingga bisa menimbulkan motivasi dan inspirasi. "Hal itulah yang dapat membuat perubahan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?