Citarum Meluap, Dua Warga Meninggal Akibat Banjir Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid SDN Bojongasih menggunakan perahu untuk menuju sekolahnya di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Banjir luapan Sungai Citarum yang semakin meluas tidak menyurutkan para murid untuk tetap sekolah dan melaksanakan ujian tengah semester. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah murid SDN Bojongasih menggunakan perahu untuk menuju sekolahnya di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Banjir luapan Sungai Citarum yang semakin meluas tidak menyurutkan para murid untuk tetap sekolah dan melaksanakan ujian tengah semester. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selama sepekan terakhir kian meluas. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa, 8 Maret 2016, hingga Ahad dinihari tadi membuat Sungai Citarum meluap hingga wilayah yang tergenang mencakup 15 daerah di Kabupaten Bandung.

    Banjir menggenangi sejumlah daerah, antara lain di wilayah Kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Solokan Jeruk, Majalaya, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pameungpeuk, Banjaran, Arjasri, Cangkuang, Katapang, dan Kutawaringin. Padahal pada Senin dan Selasa lalu banjir baru merendam tiga kecamatan di Kabupaten Bandung.

    "Tercatat dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya hilang akibat banjir tersebut," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dalam rilisnya di Jakarta, Ahad, 13 Maret 2016.

    Korban meninggal adalah Risa, 13 tahun, dan Ela, 40 tahun. Risa tewas diduga tersengat listrik saat banjir di Kampung Ciburuy, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Sedangkan Ela, 40 tahun, warga Kampung Sawahluhur, RW 10, Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, terseret arus.

    Foto: Banjir Rendam 3 Kecamatan di Kabupaten Bandung

    Tiga orang yang hilang adalah suami Ela dan kedua anak perempuan dari Ela. Mereka mengungsi ke bangunan di tepi sungai yang kemudian roboh terseret banjir. "Saat ini tim BPBD dan Basarnas masih mencari," kata Sutopo.

    Berdasarkan data sementara hasil kaji cepat BNPD Bandung, 5.900 keluarga (24 ribu jiwa) terdampak banjir dan lebih dari 3.000 jiwa mengungsi. Tinggi banjir sekitar 80–300 sentimeter. Daerah di sekitar bantaran dan cekungan Sungai Citarum tinggi banjir bisa mencapai tiga meter.

    Baca: Kabupaten Bandung Tetapkan Status Siaga Bencana

    Hujan deras kemarin juga mengakibatkan longsor di Kampung Lemburkebon, RT 3 RW 7, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Satu rumah rusak berat tertimbun longsor. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa akibat longsor. "Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri meskipun rumah tertimbun material longsor seluruhnya," kata Sutopo. "Saat ini mereka mengungsi ke kerabat terdekat."

    Angin kencang saat hujan juga merusakkan beberapa rumah di Kampung Mengger, RW 03 dan RW 04, Desa Rancatungku. Saat ini BPBD Kabupaten Bandung masih mengevakuasi dan menyelamatkan korban. Pengungsi ditempatkan di beberapa lokasi seperti kantor Kelurahan Baleendah, gedung Inkanas, GOR SKB, gedung Juang, hedung PDIP, kantor Kecamatan Dayeuhkolot, kantor Camat Baleendah, masjid Al Sofia dan sarana prasana umum lain di tiga kecamatan tersebut.

    Baca: Antisipasi Bencana, Jawa Barat Siapkan Rp 75 Miliar

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?