Rel Ambles di Ciamis, 8 Kereta Api Memutar ke Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Ciamis - Amblesnya rel kereta api di jalur selatan, di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menyebabkan delapan kereta api harus memutar lewat jalur utara. Kereta yang memutar, di antaranya Kereta Api Turangga, Lodaya, dan Kahuripan.

    "Akibat kejadian ini kita laksanakan pola operasi di mana ada delapan kereta api memutar ke utara," kata Kepala Humas Daerah Operasional II Bandung Zunerfin saat ditemui di lokasi longsor, Ahad pagi, 13 Maret 2016.

    Selain delapan kereta api yang memutar, kata dia, ada tiga kereta api yang overstappen, yakni Kereta Api Turangga, Kutojaya Selatan, dan Kahuripan. "Tapi penumpangnya sudah dialihkan," jelasnya.

    Menurut Zunerfin, ada beberapa daerah rawan longsor di wilayah Daerah Operasional II Bandung di sepanjang jalur selatan. Titik tersebut berada di KM 107 Ciganea, Tasikmalaya, dan Bumi Waluya. "Termasuk di sini (Ciamis)," katanya.

    Mengantisipasi terjadinya tanah longsor, menurut Zunerfin, PT KAI sudah mempunyai standar operasional prosedur atau SOP. Yakni setiap kereta api yang berangkat awal dan akhir didahului dengan petugas pemeriksa jalur yang akan memeriksa kondisi jalur.

    Selain itu, tambah dia, pihaknya memiliki petugas pemeriksa jalur (PPJ) ekstra. "Bila turun hujan 30 menit terus-menerus kita turunkan PPJ ekstra," katanya.

    Sebelumnya, jalur kereta api di KM 293+0/1, di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, ambles sepanjang 20 meter dengan tinggi 6 meter. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu petang, 12 Maret 2016.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.