Sebelum Meninggal, JS Badudu Terserang Stroke

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Sjarif Badudu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Jusuf Sjarif Badudu. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung, Jusuf Sjarif Badudu atau dikenal sebagai J.S. Badudu, meninggal pada usia 89 tahun. Salah seorang cucunya, Ananda Badudu membenarkan kabar tersebut.  

    Ananda mengatakan J.S. Badudu meninggal pada Sabtu, 12 Maret 2016 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tokoh di dunia sastra itu meninggal pada pukul 22.10 WIB. "Sebelumnya masuk rumah sakit karena stroke," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 12 Maret 2016.  

    Badudu semasa hidupnya pernah mengajar di dua universitas, yaitu Unpad dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Namun sudah sekitar 10 tahun ia pensiun. Menjelang tutup usia Badudu terkena stroke dan harus beberapa kali dirawat di rumah sakit.  

    Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah esok hari. Namun ketika dikinformasi, pihak keluarga mengatakan belum bisa memastikan waktu pemakaman jenazah. "Harus koordinasi dulu dengan Unpad," kata Ananda.  

    Ananda menuturkan jamaknya Unpad menyediakan pemakaman khusus bagi guru besar di kampus itu. Ia menambahkan, selain stroke almarhum juga sempat menderita alzheimer.

    Almarhum dikenal sebagai pakar Bahasa Indonesia. Ia pernah menjadi Guru Besar Unpad bidang Linguistika. Selain itu pernah juga menjadi Pembina Bahasa Indonesia di salah satu televisi nasional.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?