Begini Kronologi Mahasiswa ITB Meninggal Setelah Tes Lari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/Budi Yanto

    Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.COBandung - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Bermawi Priyatna menceritakan kronologi meninggalnya salah seorang mahasiswa ITB, Alfath Muhammad Farhan, 18 tahun, setelah mengikuti tes lari di lapangan Sarana Olahraga Ganesha (Saraga) ITB pada Kamis, 10 Maret 2016.

    Menurut Bermawi, dalam tes yang menjadi bagian dari mata kuliah olahraga dengan bobot 2 SKS tersebut, Alfath mendapat giliran lari keliling 6 kali lintasan atletik sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, tercatat ada dua mahasiswa yang mengeluh sakit dan lima orang dari kelompok khusus. Saat tes lari berlangsung, seorang mahasiswa mengundurkan diri dengan alasan sakit.

    Alfath tidak masuk daftar yang sakit. Menurut Bermawi, dari keterangan dosen mata kuliah olahraga, Tommy Apriantono, Alfath sebelumnya pernah ikut tes lari enam pekan lalu dengan catatan waktu 16 menit 40 detik.

    Namun, pada tes Kamis lalu, Alfath seperti kehabisan napas dan berhenti perlahan sebelum mencapai garis akhir. Dia pun pingsan dan langsung dibawa ke klinik kesehatan ITB di Jalan Gelap Nyawang dengan mobil ambulans oleh dosennya. Alfath kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Santo Borromeus.

    Salah seorang rekannya kemudian mengabarkan kondisi Alfath kepada orang tuanya yang tinggal di daerah Setu, Cilangkap. Pada pukul 18.00, Alfath sadar dan menjalin komunikasi langsung dengan orang tuanya. “Anaknya diinfus dan bilang haus, lapar. Tapi suster melarang orang tuanya memberi makanan dan minuman dari luar,” kata Bermawi, Sabtu, 12 Maret 2016.

    Namun, sekitar pukul 21.30 WIB, tekanan darah dan denyut nadi Alfath meningkat. Sempat tenang kembali setelah mendapat tindakan medis, kondisi Alfath makin lama kian menurun sehingga meninggal pada Jumat, 11 Maret 2016, sekitar pukul 04.30 WIB.

    “Kami akan menulis surat resmi ke rumah sakit untuk mendapatkan rekam medis,” kata Bermawi. Menurut dia, berdasarkan surat kematian yang diperoleh orang tua Alfath dari rumah sakit, mahasiswanya itu meninggal karena penyakit tidak menular.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.